Pendidikan

15 Sekolah Ditutup, Pemkot Tangerang Siapkan Satgas Setiap Kelas

TANGERANG, LB–  Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengambil langkah cepat mengantisipasi munculnya kluster Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di Kota Tangerang.  Berdasarkan hasil evaluasi, salah satu poinnya Pemkot akan menyiapkan Satuan Tugas (Satgas) di setiap kelas.

Demikian diungkapkan Walikota Tangerang Arief R Wismansyah di gedung Pemkot Tangerang, Kamis (30/9/2021).

“Kita akan dibentuk Satgas di setiap kelas untuk memonitor para siswa. Para pelajar yang masuk dipastikan juga sudah divaksin. Kalau belum, tidak diperbolehkan ikut PTMT,” tegasnya.

Dibentuknya Satgas setiap kelas, dijelaskan Arief, untuk meyakinkan jika semua siswa dan guru sudah divaksin. Soalnya, kata Arief, pihaknya menerima laporan masih adanya guru yang belum divaksin.

Advertisement

“Padahal kan semua vaksin sudah bisa untuk beberapa jenis penyakit. Enggak ada kendalalah, kecuali hipertensi sampai 200 gitu. Jadi, belum divaksin ya enggak boleh masuk sekolah,”tagsnya lagi.

Kata arief, pihaknya masih terus melakukan evaluasi pelaksanaan PTMT tingkat SMP. Dari kasus yang muncul kluster PTMT, sebut Arief, rata-rata tanpa gejala karena sudah mendapatkan vaksin.

“Kita sudah punya mekanisme untuk testing dan tracing. Jadi kemarin arahannya dari pemerintah pusat, silahkan tetap dijalankan. Seharusnya yang satu kelas aja yang ditutup, tapi saya ambil kebijakan untuk sekolah selama 10 sampai 14 hari,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangerang Jamaluddin menyatakan, sesuai SOP ketika ditemukan siswa dan guru yang terpapar Covid-19 maka sekolah harus ditutup sementara.

“Kami perintahkan per hari ini (30/9/2021) 15 sekolah ditutup sementara selama seminggu. Kami sudah koordinasi dengan Dinkes dan ditentukan penutupan selama satu minggu dinilai cukup,” katanya.

Selama penutupan 15 sekolah, pihaknya akan menjalani sterilisasi sekolah, selain turun langsung memperkuat protokol kesehatan (prokes) dan sarana prasarana pendukungnya. Sebelumnya sekolah yang menjalani PTMT, kata Jamaluddin, sudah membentuk Satgas Covid-19 di masing-masing sekolah.

“Dengan kejadian ini, seluruh sekolah yang menerapkan PTMT wajib membentuk Satgas Covid-19 di setiap kelas tanpa terkecuali,” tegasnya.

Walau ditemukan kasus Covid-19 di 15 sekolah yang menggelar PTMT, pihaknya akan tetap membuka PTM tahap lanjutan Senin depan.

“Masih akan terus berlangsung sampai saat ini, sudah 148 sekolah mengikuti PTMT, sisanya 52 sekolah dibuka Senin depan,” pungkasnya. (Eky Fajrin/zai)

Back to top button