Komunitas

19 Aktivis Himata Pengunjuk Rasa yang Diamankan Polisi Dilepas

TANGERANG, LB– 19 Aktivis Himpunan Mahasiswa Tangerang (Himata) yang diamankan pihak Polresta Tangerang usai unjuk rasa yang berakhir ricuh pada Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-389 Kabupaten Tangerang akhirnya dilepaskan pada Rabu (13/10/2021) malam.

Para aktivis itu keluar dari Mapolresta Tangerang sekira pukul 20.30 WIB setelah diamankan sekira delapan jam dari pukul 12.30 WIB pada saat unjuk rasa, Rabu (13/10/2021).

Ketua Forum Himata Rifky Firmansyah mengatakan, para aktivis Himata yang diamankan pihak kepolisian sudah menjalankan pemeriksaan secara kooperatif sehingga diperbolehkan pulang dan meninggalkan gedung Mapolresta Tangerang. Rifky juga memastikan, pihak Kepolisian memberikan pelayanan baik selama pemeriksaan.

Alhamdulilah ke-19 aktivis sudah boleh pulang. Saya haturkan terima kasih kepada pihak kepolisian, terutama Bapak Kapolresta (Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro-red) dan juga Kapolda Banten (Irjen Pol Rudy Heriyanto-red),” ucap Rifky disambut seruan 19 aktivis lainya di hadapan awak media di halaman Mapolresta Tangerang, Rabu (13/10/2021) malam.

Advertisement

Sementara itu, Koordinator Aksi yang juga menjadi korban kekerasan pihak Kepolisian, Fariz Amarullah menjelaskan, pihaknya berniat menggelar unjuk rasa (unras) secara damai. Ditegaskan Fariz, saat unjuk rasa pihaknya hanya menyampaikan sepuluh aspirasi dari sanubari aktifis untuk membuat Kabupaten Tangerang lebih maju pada momemntum HUT.

“Ini murni gerakan mahasiswa. Untuk kondisi saya saat ini (pukul 20.30 WIB-red), sedikit membaik (setelah dibanting-red), dan akan saya kabari perkembangan selanjutnya,” ujarnya.

Terpisah, Anggota DPRD Provinsi Banten Ade Awaludin mengapresiasi langkah kepolisian yang sudah menangani dan memperlakukan para aktivis yang diamankan dengan baik selama proses pemeriksaan.

Ade menilai, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro dan Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto sigap merespons para aktivis, khususnya saat memberi perhatian kepada Fariz yang sempat pingsan saat kericuhan terjadi siang tadi.

“Kapolda dan Kapolresta sudah meminta maaf, dan para aktivis juga sudah memaafkannya,” ujar mantan Ketua Himata Nasional periode tahun 2002-2004 itu.

Selain itu, Ade juga mengapresiasi tindakan tegas oknum anggota Polri yang dinilai bertugas di luar Standar Operasional Prosedur (SOP). Menurutnya, upaya tersebut demi menjaga kondusivitas situasi dan menjamin rasa aman dan nyaman di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Sebagaimana jawaban Kapolresta, bahwa beliau akan memproses anak buahnya,“ ucapnya.

Ade Berharap, semua pihak terus menjaga dan dapat menahan diri terhadap upaya-upaya provokasi, terutama antara mahasiswa dan aparat kepolisian akibat video kekerasan yang sempat viral tersebut.

“Ini demi kebaikan bersama,” tandasnya. (Iqbal Kurnia Musyab/zai)

Back to top button