KPU Dituding Berperan Ganda Tunda Pengumuman Hasil Timsel

0
45
Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lebak

LINGKARBANTEN.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dan KPU Provinsi Banten dinilai lalai dalam menjalankan fungsinya dan terkesan berperan ganda,sehingga membuat hasil seleksi calon komisioner KPU Kabupaten Lebak periode 2019-2024 yang dilakukan oleh tim seleksi (Timses) hingga kini ditunda oleh KPU RI tanpa alasan yang jelas. Hal ini dikatakan Ikhsan Ahmad, ketua Timsel calon komisioner KPU Lebak kepada wartawan, Minggu (13/1).

“Harusnya KPU RI sudah mengumumkan 5 orang nama komisioner KPU Lebak dari 10 nama yang lolos seleksi yang hasilnya sudah kami serahkan ke KPU RI, dan ke 10 nama itu juga sudah menjalani fit and propert tes di KPU RI,” ujar Ikhsan.

Ikhsan mencium gelagat ada segelintir orang berupaya untuk mengagalkan proses seleksi yang sudah dilakukan secara profesional oleh timsel,karena tidak mengakomodir saran dari salah seorang anggota KPU Banten yang meminta agar timsel meloloskan 2 atau 3 nama incumbent komisioner KPU Lebak.

“Setelah timsel mengumumkan 10 nama yang lolos untuk direkomendasikan ke KPU RI untuk disaring kembali menjadi 5 nama, saya menerima pesan whats app dari bu Iim anggota KPU Banten bidang SDM dan Litbang yang meminta agar saya meloloskan 2 atau 3 orang incumben, namun anggota timsel lain tetap bersikukuh tidak akan merubah keputusan yang sudah dibuat,” ungkapnya.

Menurut Ikhsan, alasan timsel tidak mengakomodir permintaan dari salah seorang anggota KPU Banten itu, karena semua proses seleksi yang dilakukan oleh timsel sudah berjalan sebagaimana amanat dari Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 7 tahun 2018. Dari mulai penelitian administrasi, tes tertulis atau CAT (Computer Assisted Test), tes Psikologi, wawancara hingga tes kesehatan, serta fit and proper tes oleh KPU Banten dan KPU RI tidak pernah ada koreksi dari KPU Banten dan KPU RI dan semua berjalan on the track.

“Kalau memang yang dipersoalkan itu adalah hasil tes psikologi kenapa sebelumnya tidak ada koreksi dari KPU Banten dan KPU RI.Bahkan, KPU RI juga sudah melakukan fit and propert tes terhadap 10 nama yang lolos seleksi,” ucapnya.

Lebih jauh Ikhsan mengungkapkan, dari 30 nama calon komisioner KPU Lebak yang menjalani tes psikologi di Universitas Indonesia (UI), tidak ada satupun nama yang disarankan untuk dapat mengikuti tes selanjutnya, karena hanya ada 9 nama untuk dipetimbangkan dan ke 9 nama yang dipertimbangkan itu tetap mengikuti proses tes wawancara dan tes kesehatan yang dilaksankan oleh timsel.

Lanjutnya, alasan pihaknya tetap mengikutsertakan 25 nama termasuk didalamnya 9 nama yang dipertimbangkan oleh pskolog itu, mengacu kepada pasal 22 PKPU RI Nomor 7 tahun 2018 yang meminta kepada timsel menetapkan lima kali dari jumlah calon anggota KPU Kabupaten/Kota yang dibutuhkan.

”Tidak disarankan dan dipertimbangkan itu tidak boleh diartikan secara ekstrem. Artinya, jangan sampai ada pemahaman bahwa yang dipertimbangkan itu adalah setengah gila dan yang tidak disarankan itu gila, karena itu hanya kebutuhan pemeriksaan saja bukan berarti yang tidak disarankan itu terganggu psikologinya” tutur Ikhsan.

Sementara Rohimah, ketua divisi SDM dan Litbang KPU Banten yang dituding mengirimkan pesan whats app kepada ketua Timsel yang meminta untuk meloloskan 2 atau 3 nama incumbent mengatakan, saat itu dirinya mendengar sudah dilaksanakan pleno penetapan 10 besar dari tanggal 7 Desember 2018 malam. Padahal, jadwal timsel melaksanakan pleno tanggal 8 Desember 2018.

“Saya tidak melihat dan tidak tahu nama nama yang lulus, kerena sebagai pengarah pokja tim seleksi saya sampaikan bahwa ada tugas kami untuk mengingatkan tentang tahapan dan jadwal, karena seharusnya pleno dilaksanakan tanggal 8 Desember dan diumumkan tanggal 9 Desember mulai pukul 00.00 WIB,” ungkapanya.

Ketika dirinya tahu hanya ada satu incumbent yang lolos, maka dirinya menyampaikan harapan kepada ketua timsel agar bisa ada 2 atau 3 incumbent yang lolos agar mereka nanti bisa berkompetisi secara sehat.

”Sebab kalau hanya ada satu saja, nanti tidak ada pilihan lain yang dipertimbangkan oleh KPU RI. Dalam fikiran saya, ditengah semakin dekatnya pelaksanaan pemilu, kurang baik juga bila kemudian hanya diisi oleh orang baru semua. Saya tidak bermaksud untuk intervensi apapun, terlebih “menjagokan” siapapun, karena selama ini apa yang dilakukan selama pendampingan, fasilitasi dan mengingatkan tentang jadwal dan tahapan seleksi sesuai PKPU dan juknis yang merupakan bagian dari tugas pokja timsel,” terangnya.

Terbukti kata Rohimah, karena hanya ada satu incumbent yang lolos dalam 10 besar sehingga fit and propert tes yang dilaksanakan oleh KPU Banten dan KPU RI berjalan landai dan tidak ada greget sama sekali.

“Terbukti, karena hanya ada satu nama incubent yang lolos 10 besar, sehinga ketika fit and propert tes berjalan landai dan tidak ada greget,” cetusnya.

Kendati demikian, ia berharap kisruh seleksi calon komisioner KPU Lebak ini dapat segera berakhir, dan KPU RI segera membuat keputusan demi kondusifitas daerah.

”Saya berharap KPU RI segera membuat keputusan, agar kisruh penentuan calon komisioner KPU Lebak tidak berlarut larut demi kondusifitas daerah,” paparnya.(YEN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here