Akibat Tanah Bergerak, 2 Kampung Di Cibeber Mengungsi

0
71


LINGKARBANTEN.COM – Sebanyak 41 kepala keluarga dari Kampung Sukalaksana dan Kampung Gunung Bongkok, Desa Gunung Wangun, Kecamatan Cibeber terpaksa mengungsi akibat tanah bergerak yang disertai hujan terus menerus berpotensi terjadi longsor dan menimbun perumahan warga.

Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Kaprawi mengatakan, saat ini masyarakat Desa Gunung Wangun was – was akan adanya longsor. Karena, desanya berbatasan langsung dengan Kampung Cimapag, Desa Cimapag, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Dimana satu kampung tertimbun longsor akibat tanah bergerak.

“Saya memaklumi kekawatiran warga dan saya mendukung jika warga saat ini sudah mengungsi, karena sebagai bentuk tindakan kewaspadaan bencana yang bisa datang dengan tiba-tiba,” kata Kaprawi, kepada LINGKARBANTEN.COM, Kamis (17/1/2019).

Menurut Kaprawi, saat ini pihaknya beserta rekawan BPBD akan meninjau langsung ke lokasi sekaligus akan membuat dapur umum dan tenda pengungsian.

“Warga dari dua kampung tersebut saat ini mengungsi di rumah-rumah sodaranya, jika ada warga yang kesusahan mencari pengungsian kita telah sediakan tenda pengungsi yang dapat menampung sekitar 120 jiwa,” ungkapnya.

Lanjutnya, selain membuat tenda pengungsian dan dapur umum, logistik kebencanaan telah disiapakan.

“Logistik dan peralatan kebencanaan telah kita geser ke lokasi, untuk mengantisipasi terjadinya bencana yang lebih besar lagi,” ujarnya.

Dikatakan, kondisi perumahan warga di Desa Gunung Wangun memang berundak-undak. Sehingga, jika longsor akibat tanah bergerak akan menerjang perumahan warga.

“Iya kejadian yang terjadi di Cisolok, menjadi pengalaman yang sangat berharga baginkita semua agar tetap waspada terhadap bencana,” ucap Kaprawi.(NIE)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here