Kesehatan

3 Persen ASN Kota Tangerang Wajib Menjalani Tes Urine

TANGERANG, LBC– Sebanyak tiga persen Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mempunyai kewajiban untuk menjalani tes urine oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Kewajiban itu mengacu Instruksi Presiden (Inpres) 02 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika.

Kepala BNN Kota Tangerang Satrya Ika Putra mengatakan, pihaknya telah menyampaikan perihal keharusan tes urine untuk ASN di lingkungan Pemkot Tangerang. Katanya, ada 500 alat tes urine yang diterima BNN hibah dari Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol).

“Tapi itu (tes urine-red) kita sudah konsultasi ke Kesbangpol, tidak hanya untuk ASN tapi juga untuk umum. Cuma untuk Pemkot Tangerang sesuai Inpres 02 untuk, tes urine minimal tiga persen,” ungkap Satrya melalui sambungan telepon seluler, Rabu (23/9).

Diakui Satrya, pihaknya pernah melakukannya kepada ASN di lingkungan Pemkot Tangerang sebelum pandemi Covid-19. Untuk mempercepat pelaksanaan program tersebut, pihaknya menunggu lampu hijau dari Pemkot Tangerang untuk selanjutnya digunakan bagi masyarakat umum.

Advertisement

“Saya sudah sampaikan akhir tahun ini (alat tes urine-red) kadaluarsa. Ada yang sudah kadaluarsa, yang belum kadaluarsa kita serahkan ke masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kabid Kesatuan Bangsa Kesbangpol Kota Tangerang Amir Hamzah mengatakan, pihaknya tahun ini sudah menganggarkan khusus tes urin. Namun, anggaran terkena refocusing menyusul pandemi Covid-19.

“Pelaksanaannya langsung di BNN. Tahun ini tidak dilaksanakan ke Kesbangpol, yang tes urine dilaksanakan ke masyarakat dan beberapa perusahaan,” terangnya.

Untuk melaksanakan program tersebut bagi ASN, kata Amir, pihaknya sedang mencari waktu yang tepat. Namun, pihaknya sudah meyakinkan bahwa Pemkot Tangerang mendukung sepenuhnya anti narkoba.

Terkait itu, Anggota DPRD Kota Tangerang Dwiki Ramadhani mendorong Kesbangpol dan Dinas Kesehatan (Dinkes) segera melakukan tes urine bagi ASN. Apalagi ASN sebagai promotor yang memberikan contoh kepada masyarakat tentang pencegahan narkoba.

“Sejatinya jangan sampai kita pihak promotor pencegahan narkoba, malah kita sendiri menggunakan, itu yang paling penting. Bagaimana kasih tahu ke masyarakat, cerminan kok mereka sendiri menggunakan. Tapi itu tetap kami dorong teman-teman Dinkes, Kesbangpol dan BNN agar tes urine ini segera dilakukan,” katanya. (Eky Fajrin/zai).

Back to top button