HeadlinePendidikan

Amara Latifa, Tak Ada Ekskul, Lolos Paskibraka Nasional Wakili Banten

‘Usaha tidak akan menghianati hasil’. Ungkapan itu kini dibuktikan Amara Latifa, remaja berusia 16 tahun asal Kelurahan Bendung, Kecamatan Kasemen, Kota Serang yang mampu menggapai mimpinya menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Istana Negara.

Senin (30/8/2021), Amara berkunjung ke kantor media online lingkarbanten.com dan MediaBanten.com untuk mengikuti wawancara melalui siaran Banten Podcast (grup lingkarbanten.com dan MediaBanten.com). Ditemani orangtua dan adiknya, Amara menyapa dengan ramah dan menceritakan semua perjalanan serta perjuangannya hingga menjadi salah satu anggota Paskibraka Nasional mewakili Banten.

Usai podcast, pelajar yang memiliki paras cantik itu bercerita, jika menjadi seorang Paskibraka tingkat nasional bisa jadi merupakan mimpi setiap anak muda di Indonesia. Pasalnya yang menyaksikan bukanlah orang-orang biasa, melainkan para pejabat negara. Mulai dari Presiden, Wakil Presidan, Menteri, Pimpinan DPR RI, DPD RI, hingga tamu kenegaraan. Namun pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Kemerdekaan Indonesia ke-76, dara manis kelahiran Ambon, 7 Oktober 2004 itu didapuk menjadi delegasi Paskibraka Kota Serang mewakili Provinsi Banten ke tingkat nasional. Ia bergabung dengan 45 anggota Paskibraka yang mengibarkan bendera merah putih di Istana Negara.

Amara Latifa. Foto: Koran Banten

Diketahui, dari jumlah 64 peserta yang ikut seleksi di tingkat Provinsi Banten, hanya dua peserta yang masuk daftar lolos ke kancah nasional, termasuk Amara dari Purna Paskibra Indonesia (PPI) Kota Serang, selain ada nama Abdi Ramazhie perwakilan PPI Kota Tangerang.

Advertisement

Amara merupakan pelajar kelas XI di SMK Informatika Kota Serang. Menariknya, di sekolahnya itu justru tidak ada ekstrakulikuler (ekskul) Paskibra. Namun, Amara tidak menyerah begitu saja. Demi meraih mimpinya, Amara mencari peluang menjadi Paskibraka nasional dengan mengikuti seleksi tingkat Kota Serang melalui jalur umum. Berbekal pengalaman semasa duduk di bangku SMP dan persiapan yang matang, akhirnya Amara lolos menjadi salah satu dari anggota Paskibraka tertinggi di Indonesia itu.

“Dari tingkat kota lolos, saya lanjut seleksi di tingkat provinsi, alhamdulillah lolos ke tingkat nasional. Saya ikut Paskibra dari SMP,” akunya.

Perjuangan Amara untuk bisa bertengger di kancah nasional tidak semudah membalikkan telapak tangan. Amara melakukan berbagai persiapan dengan matang dan menghabiskan waktu cukup lama. Anak pertama dari dua bersaudara ini rajin berolahraga untuk menjaga kesehatan dan stamina tubuhnya. Selain itu juga belajar keras tentang wawasan kebangsaan, kepaskibraan, hingga kedaerahan.

“Lolos menjadi tim Paskibraka nasional tentunya sangat senang, terharu, dan bangga. Apalagi menjadi bagian dari Paskibraka nasional ini mimpi saya. Biasanya saya cuma bisa lihat di TV, sekarang saya yang melaksanakan tugas itu,” ujarnya dengan mimik haru.

Amara Latifa bersama Walikota Serang Syafrudin.

Menurut Amara, untuk lolos menjadi bagian dari tim Paskibraka nasional harus didukung bakat, selain mampu menjaga sikat, karakter, dan etika yang baik. Soalnya, kata Amara, di Paskibraka tidak hanya bicara soal teknis baris berbaris yang baik, melainkan juga diajarkan bagaimana sikap, karakter, dan etika saat bersikap kepada orang lain. Setelah lolos menjadi anggota Paskibraka nasional, Amara berjanji akan terus aktif di PPI Kota Serang agar dapat terus mengabdi dan memunculkan regenerasi dari Kota Serang menjadi Paskibraka nasional.

Penanggungjawab Multimedia Beni Herdiana berbincang dengan Amara Latifa dan ibundanya di Banten Podcast.

Di tempat yang sama, Ibunda Amara Latifa, yakni Gita Faulina mengaku bangga dan terharu anaknya bisa menjadi bagian dari anggota Paskibraka nasional mewakili Provinsi Banten. Gita pun berpesan, agar anaknya tidak sombong dan tetap bersikap seperti biasa meski bisa meraih prestasi menjadi bagian dari tim Paskibraka nasional.

“Intinya tetap beryukur dengan apa yang kita capai dan terus mengejar prestasi lainnya,” pesannya.

Gita mengaku, turut mengarahkan Amara agar masuk Ekskul Pramuka sejak anak pertamanya itu masuk Sekolah Dasar (di SD Masigit-red). Kemudian saat SMP, lanjut Gita, Amara masuk ke Ekskul Paskibra. Namun, Gita tak pernah memaksakan apa yang menjadi kehendak orangtua kepada putrinya itu.

“Dimasukan ke Ekskul itu untuk melatih mentalnya. Alhamdulillah sekarang bisa ke tingkat nasional. Intinya apapun yang bisa membuat pendidikan anak lebih baik, kami akan selalu mendukung,” tegasnya.

Untuk menyaksikan hasil wawancara Amara Latifa melalui Banten Podcast bisa klik https://www.youtube.com/watch?v=HLZjhZwK1_c(Sofi Mahalali/zai)

Amara Latifa berfoto bersama Pemimpin Redaksi (Pimred) Lingkarbanten.com Nizar Solihin saat berkunjung ke kantor Lingkarbanten.com dan MediaBanten.com untuk mengikuti wawancara di Banten Podcast.

Back to top button