HeadlineHukrim

AS Ngaku Uang Korupsi Masker Dipakai Bangun Rumah 2 Lantai

SERANG, LB– Proses persidangan kasus korupsi pengadaan masker oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten masih berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Serang. Dalam persidangan pada Selasa (5/10/2021), terdakwa AS mengaku jika hasil uang korupsi digunakan untuk membangun rumah dua lantai.

Sidang menghadirkan tiga terdakwa, yakni selain AS dari pihak swasta, hadir pula LS sebagai pejabat PPK dan WF sebagai pihak swasta. Diberitakan sebelumnya, AS meminjam bendera perusahaan PT Right Asia Medika (RAM) kepada Wahyudin, karena tidak memiliki perusahaan. Yang mengadakan masker Agus Sendiri.

AS mengaku jika uang yang didapatnya dari pengadaan digunakan untuk membangun rumah dua lantai. Bahkan Ia juga membagikan sebagian uang kepada WF karena telah meminjamkan bendera perusahaan.

“Itu duitnya buat bangun rumah dua lantai, itu biaya dari masker. Kemudian saya kasih Rp150 juta ke WF, dan Rp50 juta untuk operasional secara berangsur,” ungkap AS.

Advertisement

AS mengakui bahwa ia mengerjakan pengadaan tersebut sendiri. Untuk urusan kontrak dilakukan terdakwa WF selaku Direktur PT RAM.

“Jadi saya lakukan sendiri, tapi secara administrasi ke Pak WF karena punya PT, saya teknisnya. Saya juga tidak mengenal terdakwa LS,” akunya saat ditanya hakim mengenai adanya keterkaitan dengan terdakwa LS.

AS menjelaskan, untuk modal awal meminjam Rp500 juta ke temannya H sebagai uang muka ke PT Berkah Mandiri Manunggal (BMM) yang menyediakan masker. Jadi, kelebihan bayar ada Rp1,6 miliar dari pengadaan masker. Rinciannya, Rp600 juta untuk yang meminjamkan uang, sehingga mendapat fee (komisi) sebesar Rp100 juta.

“Untuk WF totalnya Rp200 juta. Sementara saya sendiri Rp880 juta. Yang tadi saya sebut buat bangun rumah dua lantai,” bebernya. (Hendra Hermawan/zai)

Back to top button