Peristiwa

Bakar Jerami, Gedung SMP PGRI Carenang Kabupaten Serang Terbakar

SERANG, LBC – Akibat human error warga membakar jerami dan tanpa pengawasan, Gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) PGRI Carenang di Kampung Bara, Desa Mandaya, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang terbakar, Sabtu (28/8/2021) sore sekira pukul 16.00 WIB. Tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut. Namun, kerugian pihak sekolah atas kejadian itu diperkirakan mencapai Rp40 juta.

Informasi yang diterima lingkarbanten.com, Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang terjun ke lokasi setelah menerima laporan kebakaran sekira pukul 16.20 WIB dengan satu unit kendaraan pemadam. Api berhasil dipadamkan sekira pukul 16.50 WIB atau sekira setengah jam kemudian.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan personil Damkar ke lokasi kejadian dan langsung melakukan pemadaman. Kata Nana, yang terbakar atap gedung sekolah akibat kelalaian manusia. Disampaikan Nana, api berasal dari pembakaran jerami oleh salah seorang warga tanpa pengawasan dekat gedung sekolah. Akibatnya, lanjut Nana, api dari jerami itu membesar dan merambat ke lahan mudah terbakar hingga membakar atap gedung sekolah.

“Ya penyebabnya human error. Ini masuk kategori rusak ringan. Tapi kerugian akibat kebakaran diperkirakan kurang lebih Rp40 juta. Tidak ada korban jiwa,” tegasnya.

Advertisement

Terpisah, Camat Carenang Samsuri menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Kepala Seksi (Kasi) Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Carenang bahwa bahwa ada penjaga di sekolah saat kejadian. Camat memastikan, api sudah berhasil dipadamkan dan kebakaran tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Atas kejadian itu, lanjut Camatm pihaknya segera melaporkan kejadian tersebut secara resmi kepada Bupati Serang melalui BPBD Kabupaten Serang untuk permohonan bantuan.

“Besok (Senin 29 Agustus) kami buat suratnya dan akan kami kirim ke BPBD,” ujarnya.

Dari kejadian itu, Camat pun mengimbau, masyarakat lebih berhati-hati bermain api memasuki musim kemarau ini.

“Jangan membakar ilalang dekat gedung atau bangunan. Lebih baik babat pakai mesin rumput dan dibakar terus ditungguin. Lalu pastikan kalau apinya sudah padam sebelum ditinggalkan,” imbaunya. (zai).

Back to top button