HeadlinePeristiwa

Banjir di Rangkasbitung, Ratusan Rumah Terendam, Tiga Warga Hanyut

LEBAK, LBBanjir melanda dua desa di Kecamatan Rangkasbitung, Lebak dengan ketinggian air mencapai dua meter, Senin (1/11/2021) sore sekira pukul 16.00 WIB. Banjir menyebabkan ratusan rumah di dua kampung terendam dan tiga warga dikabarkan hanyut. Dugaan sementara, banjir disebabkan curah hujan tinggi, selain penyempitan kali serta banyaknya pembangunan perumahan.

Berdasarkan informasi dari situs Palang Merah Indonesia (PMI), sedikitnya 27 rumah yang terendam banjir di Kampung Cigelempong RT01/01, Desa Nameng, Kecamatan Rangkasbitung dan 81 rumah, satu masjid, dan pesantren di Kampung Cipeundeuy, Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung.

Kepala Divisi Humas dan IT PMI Lebak Nanda Supriyatna mengatakan, pihaknya bersama petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak terjun ke lokasi melakukan assement dan evakuasi warga yang terjebak banjir. Informasi yang diterima Nanda, tidak hanya ratusan rumah yang terendam di dua kampung. Bahkan, dilaporkan ada tiga warga yang terseret arus air akibat banjir.

“Dugaan sementara, banjir akibat hujan deras. Data sementara, ada 27 rumah di RW 01 Kampung Cugalempong dan 81 rumah, satu masjid dan pesantren di Kampung Cipeundeuy, Desa Rangkasbitung Timur 81 yang terendam,” unkap Nanda melaporkan melalui sambungan telepon seluler.

Advertisement

Selain itu, Nanda juga menerima laporan ada tiga warga yang hanyut terbawa arus banjir. Kendati demikian, Nanda memastikan, ketiga korban hanyut selamat dan sudah dievakuasi ke rumah sakit. Pihaknya, kata Nanda, membantu BPBD lebak dan dibantu masyarakat sekitar melakukan assesment dan evakuasi.

Sementara itu, salah satu warga Kampung Cigalempong, Lili membenarkan, akibat banjir bukan hanya rumah terendam, melainkan juga ada tiga warga yang hanyut terseret air. Ketiga korban hanyut itu, kata Lili, warga Cigalempong bernama Mulyadi (41) Marcana (50) dan Eni (37).

Menurut Lili, banjir kali ini lebih parah dibanding beberapa hari lalu. Dugaan sementara, menurut Lili, penyebab banjir akibat penyempitan kali dan banyak dibangunnya perumahan.

“Minggu kenarin banjir hanya sampai teras rumah. Sekarang sampai merendam rumah. Padahal lokasinya jauh dari bantaran kali,” ujarnya. (zai)

Back to top button