Pendidikan

Banten Cairkan Insentif Guru Rp21 Miliar Di Tengah Pandemi Covid

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten mencairkan tunjangan prestasi guru (TPG) berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan insentif guru swasta SMA, SMK, dan SKh Negeri. Jumlah pencairan Rp21 miliar lebih.

Rilis Biro Adpim Banten yang diterima LingkarBanten.Com, Jumat (30/7/2021) menyebutkan, pencairan dana tersebut sebagai bentuk komitmen Gubernur Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Andika Hazrumy terhadap berjalannya Pendidikan, meski di tengah pandemi sekarang ini.

Kepala Dindikbud Pemprov Banten, Tabrani mengatakan, tunjangan prestasi para guru langsung dicairkan ke rekening masing-masing.

“TPG sertifikasi guru PNS termasuk Kepala Sekolah SMA,SMK,dan SKh Negeri Triwulan II TA 2021 sudah tersalurkan ke rekening Bank Banten,” katanya.

Advertisement

Selain itu, Tabrani mengatakan, Pemprov Banten juga sudah mencairkan insentif guru swasta SMA,SMK,dan SKH swasta. Seperti TPG, insentif untuk guru swasta yang mengajar di SMA, SMK dan SKh disalurkan ke rekening guru melalui Bank Banten.

“Sudah disalurkan ke masing-masing rekening penerima dengan nilai Rp 21.003.000.000,” ujarnya.

Masih terkait Pendidikan, Gubernur Banten Wahidin Halim memastikan pendidikan tidak boleh terhenti gara-gara pandemi Covid-19. Pendidikan untuk meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa.

“Kita tidak boleh menyerah, pendidikan tidak boleh berhenti. Kita pastikan anak-anak kita tetap bersekolah meskipun dengan daring. Karena pandemi ini masih menjadi penyebab,” kata Gubernur Wahidin Halim.

Dikatakan, sejatinya Pemprov Banten sudah mempersiapkan segala bentuk persiapan PTM Tahun Pelajaran 2021/2022 sejak awal tahun 2021 ini.

Namun dikarenakan kondisi pandemi yang belum menunjukkan penurunan kasus, maka menurutnya PTM belum dapat dilaksanakan di Provinsi Banten.

Meski demikian, tegas Gubernur Wahidin Halim, pihaknya memastikan bahwa pendidikan di Provinsi Banten tidak akan berhenti karena pandemi.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten diminta untuk memantau sekolah-sekolah agar pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap dilaksanakan dengan metode dalam jaringan (daring/online). (Rilis Biro Admin Pemprov Banten / Editor: IN Rosyadi)

Back to top button