HeadlinePeristiwa

Banyak Dewan Bolos, Paripurna Penetapan RPJMD Kab Serang Ditunda

SERANG, LBC– Tidak memenuhi kuorum karena banyak anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang bolos, Rapat Persetujuan Penetapan Rancangan Peraturan Daerah (Perda) Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021 – 2026 Menjadi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Serang pada Kamis (19/8) siang dibatalkan dan dijadwal ulang. Rapat pun ditunda dan diagendakan kembali pada awal pekan depan.

Pantauan lingkarbanten.com, paripurna yang semula diagendakan pukul 14.00 WIB sempat molor, karena peserta paripurna bersangsur-angsur baru hadir sekira pukul 14.57 WIB atau sekira satu jam kemudian. Selanjutnya, pukul 15.11 WIB baru terlihat 20 wakil rakyat yang hadir atau belum memenuhi kuorum, disusul pukul 15.17 WIB tiba Pimpinan DPRD dan Bupati Serang. Selanjutnya sekira pukul 15.19 WIB Ketua DPRD Bahrul Ulum menyampaikan bahwa anggota DPRD yang hadir belum memenuhi kuorum.

Rapat kemudian diskor dua kali, pertama diskor dengan waktu selama 30 menit dan kedua 20 menit. Akan tetapi, setelah diskor hanya bertambah dua anggota.

“Sesuai tata tertib (tatib) DPRD bahwa paripurna pengambilan keputusan itu harus dihadiri dua per tiga, tapi kita coba komunikasi dengan pimpinan fraksi dan anggota yang belum hadir tidak tersambung. Maka, sesuai tata tertib, paripurna kita tunda hari Senin pukul dua siang,” tuturnya dengan mimic wajah kecewa.

Advertisement

Bahrul mengaku, belum mengetahui alasan anggota yang tidak hadir. Bahrul mengkau khawatir yang tidak hadir berhalangan sakit atau orang tuanya meninggal dunia, dan beberapa anggota tidak bisa dihubungi.

“Tapi kita masih ada waktu melaksanakan paripurna. Selain itu, selama penundaan ini tidak mengganggu regulasi dan penjadwalan serta lainnya, saya kira ini normatif,” dalihnya.

Sementara itu, Ketua Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Serang Mawardi mengungkapkan, anggota DPRD yang banyak tidak hadir dari Partai Gerindra, NasDem, Demokrat, dan PDIP.

“Kalau NasDem yang satu orang sudah saya hubungi, kebetulan dia lagi pulang ke Jambi, orang tuanya meninggal dunia. Dan yang satunya lagi saya belum melihat, kita anggap enggak ada. Begitu juga dengan yang lainnya tanpa alasan,” tukasnya.

Menurut Mawardi, semua anggota DPRD seharusnya sudah mengetahui agenda paripurna, karena Ketua DPRD Kabupaten Serang sudah berkirim surat ke komisi masing – masing.

Namun demikian, lanjut Mawardi, dengan adanya kejadian tersebut pihaknya akan menyikapi dengan serius.

“Nanti kita akan rapat dengan anggota BK ya untuk menyikapi keterkaitan kejadian hari ini,” katanya.

Disinggung mengenai ketidakhadiran para anggota DPRD yang diduga tidak puas saat penyusunan RPJMD, Mawardi menegaskan hal itu tidak ada keterkaitan. Menurutnya, ini murni bolos.

“Ini boleh (dikatakan bolos-red), karena tanpa ada pemberitahuan. Rapat paripuran kita skorsing dua kali, yang pertama 30 menit dan kedua 20 menit. Kalau tidak kuorum, kita jadwal ulang,” tandasnya. (roy/zai)

Back to top button