Milenial

Banyak Kasus, Pattiro dan SMS Soroti Pengelolaan Dana Desa

SERANG, LB– Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO) Serang-Banten bersama Simpul Madani Serang (SMS) mengadakan diskusi Kamisan secara Virtual melalui Zoom Meeting, Rabu (6/10/2021). Acara bertemakan ‘Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) dan Fungsinya’ itu menyoroti soal pengelolaan dana desa.

Sebagai pemateri, yakni Direktur Eksekutif PATTIRO Serang-Banten Bahrul Alam Peneliti PATTIRO Serang-Banten Agus Salim. Dalam paparanny, Bahrul mengatakan, terdapat empat asas pengelolaan APBDes, yaitu transparansi, akuntabel, partisipatif, serta tertib dan disiplin anggaran.

Pengelolaan APBDes, kata Bahrul, diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 20 tahun 2018. Disebutkan Bahrul, sudah banyak kasus yang terjadi di daerah dan kepala desa menjadi tersangka penyelewengan dana desa, karena tidak menerapkan asas tersebut.

“Maka kita sebagai OMS (Organisasi Masyarakat Setempat) dan masyarakat, mari bersama-sama mengawasi penggunaan dana desa” ajaknya.

Advertisement

Sementara itu, Peneliti PATTIRO Serang-Banten Agus Salim dalam paparannya mengatakan, setelah terbit Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014, paradigma pembangunan desa berubah dari konsep lama. Jika sebelum Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014 disahkan, desa masih dianggap sebagai objek yang tidak memiliki inovasi dan kreativitas dalam menjalankan dan mengatur sendiri.

“Begitu Undang-Undang Desa diberlakukan, perubahan paradigma terjadi secara drastis di desa. Dulu desa itu sebagai objek, kini desa sebagai subjek,” nilai Agus.

Perlu dikertahui, Diskusi Kamisan merupakan diskusi rutin Rabu malam yang digagas SMS yang merupakan wadah atau kumpulan OMS di Kabupaten Serang. (zai)

Back to top button