Pemerintahan

Bapenda Kota Serang Terapkan Skema Jemput Bola Pangkas Calo Pajak

SERANG, LBC– Untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Serang membuat skema Pelayanan Pembayaran Pajak Keliling (Pepeling) atau jemput bola dan pembayaran pajak virtual. Itu guna meminimalisasi adanya campur tangan calon pembayaran pajak.

Hal ini diungkapkan Kepala Bapenda Kota Serang Hari W Pamungkas di ruang kerjanya, kawasan Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Serang, Kawasan Serang Baru (KSB), Kota Serang. Jum’at (3/9/2021).

Hari meyakini, dibuatnya program Pepeling dan pembayaran pajak berbasis teknologi informasi  bisa meminimalisasi adanya campur tangan calo pembayaran pajak. Pepeling, menurut Hari, akan meminimalisasi pungutan diluar seharusnya sesuai ketetapan pajak.

“Kami menghindari itu (pungli-red), sehingga masyarakat tidak harus menambah beban pengeluarannya lagi,” jelasnya.

Advertisement

Secara teknis, dijelaskan Hari, seluruh pembayaran pajak bisa dilakukan masyarakat melalui Pepeling. Pembayaran langsung melalui petugas di kendaraan operasional yang berkeliling sesuai jadwal yang ditentukan.

“Ini untuk memudahkan masyarakat melakukan pembayaran pajak. Yang elektronik kita siapkan, yang manual kami jemput bola melalui Pepeling,” terangnya.

Untuk pembayaran berbasis teknologi, lanjut Hari, Bapenda Kota Serang bekerjasama dengan beberapa mitra untuk membuka chanel pembayaran pajak. Startegi itu juga dapat mengurangi mobilitas masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Kita sudah membuka enam chanel pembayaran pajak berbasis teknologi informasi bekerjasama dengan bjb dan beberapa mitra lainnya, seperti buka lapak, tokopedia, indomaret, dan lainnya. Itu secara virtualnya,” ujarnya.

Hari membeberkan, hasil evaluasi Pepeling sejak dijalankan pada 20 Agustus 2021 mengalami peningkatan, yakni mencapai Rp12,2 miliar dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya bisa menyerap Rp 11 miliar.

“Artinya, ada progres yang signifikan Rp1 miliar sampai Rp2 miliar kalau kita bergerak menjemput bola untuk pembayaran pajak,” ujarnya.

Menurut Hari, pembayaran pajak langsung oleh Wajib Pajak (WP) bermanfaat membantu pemerintah membangun Kota Serang. Ia berharap, masyarakat mampu bersinergi dengan pemerintah.

“Kami membuat jargon ‘Tulung Weh’ (tolong dong-red), ini upaya kami meminta tolong kepada masyarakat agar membayar pajak sesuai kewajibannya,” jelasnya.

Lebih lanjut Hari mengungkapkan, untuk capaian target pendapatan dari sektor pajak pada triwulan III tahun 2021 ini menyisakan 11,9 persen atau sekira Rp13,022 miliar. Untuk mencapai target tersebut, pihaknya terus berupaya menyiapkan beberapa skema.

“Kita sudah siapkan skema untuk bisa mencapai target sekitar Rp97,7 miliar sampai 30 September. Target dalam satu tahun Rp143,125 miliar,” pungkasnya. (Sofi Mahalali/zai)

Back to top button