Bisnis

Bisnis Sampingan Bucket Bunga, Sehari Raup Cuan Hingga Rp4,5 Juta

CILEGON, LB – Acara kelulusan sudah tidak asing lagi dengan bucket bunga sebagai hadiah kelulusan yang dinanti penerimanya. Kondisi itu pun dimanfaatkan Iwan dan istrinya Devi untuk menjalani bisnis tersebut yang sudah digeluti sejak 2019. Bagaimana tidak tergiur, dari berjualan bucket bunga setiap ada acara wisuda kelulusan mahasiswa, Iwan dan Devi dalam sehari bisa meraup uang atau cuan hingga Rp4,5 juta.

Selaras dengan kondisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang saat ini kian longgar, serta pemerintah sudah memberikan kesempatan acara bisa dilakukan secara langsung dan dihadiri kerabat dekat, hingga berbagai elemen masyarakat bahagia.
Pedagang bucket bunga pun memanfaatkan kesempatan itu dan peminatnya semakin meningkat.

Iwan mangaku terpaksa mencari kerja sampingan dan memilih bisnis jasa membuat bucket bunga, karena penghasilan pria tiga anak itu sebagai seorang karyawan swasta di salah satu pabrik industri tidak mencukupi.

“Saya bukan enggak bersyukur sih, tapi lebih memikirkan masa depan anak. Sementara gaji saya kan pas-pasan banget untuk membiayai tiga anak yang sekolah dan kebutuhan sehari-hari lainnya,” aku Iwan yang sedang membuka lapak bucket bunga di MAN 2 Cilegon, Jalan Puskesmas, Kelurahan Rawaarum, Kecamatan Gerogol, Selasa (31/5/2022).

Advertisement

Selain itu, menurut Iwan, bisnis jasa membuat bucket bunga menjanjikan peluang keuntungannya lantaran didukung bakat istri yang kreatif, dan kebetulan ada modal dari pendapatannya sebagai karyawan tetap.

“Selain untuk menutupi kekurangan gaji buat kebutuhan sehari-hari, kita juga kan harus punya tabungan buat masa depan anak sekolah atau bisa juga bantu orang. Ya, bagaimana baiknya kita harus berbisnis, itulah saya lakukan saat ini,” katanya.

Dalam memulai bisnis bucket bunga, diakui Iwan, awalnya tidak berjalan mulus, karena beberapa bulan setelah memulai bisnis diterpa pandemi Covid-19, sehingga sempat membuat bisnisnya merugi. Namun Iwan tidak menyerah dan menganggap itu sebuah tantangan besar yang akan membuah hasil seperti saat ini, dimana PPKM sudah mulai longgar.

“Ada kelonggaran PPKM, Alhamdulillah usaha kita lancar. Selama pandemi kita jualan itu susah. Karena kan pas PPKM apa-apa dilarang, seperti buat acara kelulusan seperti ini,” terang Iwan.

Tampak istri Iwan di lapaknya terlihat terampil saat merangkai bucket bunga permintaan mendadak dari pelanggan. Kata Devi, terkadang ada permintaan khusus, mulai dari warna kertas dan isi nominal uang kertas yang minta dirangkai.

Devi pun mengaku sanggup memenuhi permintaan khusus saat di lokasi dan tidak khawatir karena sejauh ini bisa melayani semua pelanggan.

Disinggung soal keuntungan dari hasil penjualan bucket bunga, Devi membeberkan penghasilan terbesar yang pernah didapatkannya mencapai Rp4,5 juta dalam satu event kelulusan, salah satunya di Pondok Pesantren (Ponpes) di Cilegon.

Ia juga mengaku kesulitan mengedukasi pembeli pemula saat penentuan harga deal lantaran belum melihat biaya-biaya produksi lainnya. Misal, untuk bucket boneka seharga Rp60 ribu sebenarnya harga standar.

“Karena kita kan juga jual jasa, ide kreatif, dan seni yang paling utama,” ujarnya.

Kata Devi, modal utama membuat bucket bunga dari uang kertas diperlukan berbagai material dan bahan-bahan berkualitas demi menjaga kepercayaan pelanggan.

“Dibalik itu kan ada ini (menujuk kertas warna sebagai bahan utama bucket-red), sama boneka atau uang, ada gabus, pita, lidi, sama peralatan lainnya,” katanya.

Devi pun menyebut hanya mengambil laba bersih atau keuntungan sebesar Rp20 ribu sampai 30 ribu per bucket. Untuk tarif bucket ucapan kelulusan bervariasi, di antaranya boneka kecil seharga Rp35.000, boneka besar Rp60.000 hingga Rp100.000. Selain itu juga ada bucket bunga dari uang kertas seharga Rp80.000 dengan nominal uang di dalamnya Rp50.000, dan buket cemilan yang memang saat ini masih jadi pilihan.

Pantauan Lingkar Banten, sejumlah tamu undangan acara kelulusan di MAN 2 Cilegon berdatangan membeli bucket bunga di lapaknya Iwan dan Devi, ada yang nego, ada pula yang tanpa menawar langsung membeli.

Salah satu konsumen bucket bunga, Ela (21) mengaku, membeli buket bunga menjadi pilihan untuk dihadiahkan kepada bestie alias teman dekatnya.

“Karena dari tadi nyari-nyari enggak ada dan juga ini kan lagi hits ya. Kalau acara graduate gini kan orang-orang pada ngasih ini,” ujarnya. (Erling Cristin/zai)

Back to top button