Peristiwa

Blok C2 Lapas Kelas I Tangerang yang Ludes Terbakar Diperbaiki

TANGERANG, LBC –Blok C2 Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kelas I Tangerang yang ludes akibat kebakaran pada Rabu (8/9/2021), diperbaiki Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI. itu mengingat jumlah tahanan cukup banyak, sehingga tambahan sel dibutuhkan.

Kepala Bagian (Kabag) Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol Ditjen Pas Kemenkumham RI Rika Aprianti mengatakan, pihaknya sudah melakukan perbaikan sel tahanan di Blok C Lapas Kelas I Tangerang sejak Kamis (9/9).

Perbaikian sel tahanan, kata Rika, atas persetujuan pihak Kemenkumham. Selain itu, pihaknya juga melakukan pemulihan fisik dan psikologis atau trauma healing agar para tahanan tenang pasca peristiwa nahas yang merenggut 44 nyawa narapidana tersebut.

“Sudah dari kemarin (perbaikan sel tahanan di Lapas-red). Sudah dari kejadian terus bekerja sambil tim kepolisian juga memang melakukan penyelidikan penyebab kebakaran,” jelas Rika kepada awak media di halaman Lapas Kelas I Tangerang, Jumat (10/9/2021).

Advertisement

Rika menargetkan, perbaikan sel tahanan Blok C2 Lapas Kelas I Tangerang secepatnya. Untuk tahanan Blok C2 yang selamat dari kebakaran, diungkapkan Rika, dipindahkan ke blok lain dalam Lapas. Rika menyebutkan, tahanan yang tersisa ditempatkan di Blok A, B, D, dan Blok E.

“Enggak ada yang dipindahkan keluar Lapas,” tegasnya.

Dijelaskan Rika, alasan tidak ada warga binaan Lapas Kelas I Tangerang pasca kebakaran dipindahkan ke Lapas lain lantaran kondisinya sama, yakni overkapasitas. Oleh karena itu, lanjut Rika pihaknya hanya memindahkan tahanan yang selamat di Blok C2 dipindahkan saja ke blok lain di Lapas yang sama.

“itu (pemindahan tahanan-red) pilihan yang menjadi solusi dalam situasi saat ini,” terangnya.

Saat ini, kata Rika, pihaknya juga mempunyai tugas menenangkan para tahanan yang selamat bahwa hal serupa tidak akan terulang lagi.

“Yang lebih penting lagi, agar Lapas Kelas 1 Tangerang ke depan kondusif. Mohon doanya,” ucapnya.

Lebih lanjut Rika mengatakan, pihaknya saat ini juga sedang melakukan assesment sarana dan prasarana yang berpotensi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban. Salah satunya instalasi listrik. Pihaknya ke depan akan melibatkan orang yang memahami kelistrikan, seperti PLN.

“Assesment bukan hanya di Lapas Kelas I Tangerang, sudah diarahkan ke Kepala Kantor Wilayah untuk mengarahkan kepala UPT, masyarakat, khususnya Lapas dan Rutan agar melakukan assesment sarana dan prasarana yang berpotensi terjadinya gangguan kemanan dan ketertiban,” pungkasnya. (Eky Fajrin/zai)

Back to top button