Hukrim

Buntut Kasus Bansos, Kejari Tangerang Bakal Periksa Ribuan Warga

TANGERANG, LBC – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang berencana memeriksa ratusan ribu warga Kota Tangerang secara maraton. Itu buntut kasus penyimpangan dan pungutan liar (pungli) penyaluran berbagai jenis dana bantuan sosial (bansos) yang digulirkan Kementerian Sosial sejak 2017 sampai saat ini.

Hal itu diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Kota Tangerang R Bayu Probo Sutopo, Jumat (30/7/2021). “Se-Kota Tangerang nanti kita periksa semua terkait Bansos, baik bentuknya berupa uang maupun sembako mulai dari 2017 sampai 2021 ini,” ungkapnya.

Bayu juga menyebutkan, kasus bansos yang tengah diselidiki Korp Adhiyaksa tidak hanya terkait temuan dari sidak Menteri Sosial (Mensos) RI Tri Rismaharini saja, melainkan sudah jauh sebelum itu.

Pihaknya juga, sambung Bayu, sudah memanggil Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang Suli Rosadi untuk dimintai keterangan.

Advertisement

“Namun karena kondisinya sedang sakit sampai saat ini belum hadir,” ujarnya.

Bayu juga mengaku, pihaknya saat ini masih mencari data dari satu wilayah untuk dikembangkan ke wilayah lainnya terkait kasus tersebut.

 “Kita (Kejari-red) masih dicari dulu data datanya, dari satu wilayah itu kita kembangin. Kita masih koordinasi dengan kantor pos, lagi meriksa ini,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Kejari Kota Tangerang I Dewa Gede Wirajana menambahkan, Kejari Kota Tangerang sudah melakukan pemeriksaan terhadap sepuluh orang untuk dimintai keterangan tahap awal. Pihaknya baru membuat sprint dan telah mengumpulkan bukti-bukti dan data-data.

“Mungkin berikutnya akan kami lakukan pemeriksaan. Sebelumnya sudah sepuluh orang kita mintai keterangan. Apabila nanti terbukti ditemukan perbuatan tersebut, kami tidak segan menindak oknum itu,” ancam pejabat yang akrab disapa Wira tersebut.

Wira juga mengaku, pihaknya telah membentuk tim khusus (timsus) untuk mengumpulkan data dan bukti-bukti terkait adanya dugaan pungutan liat (pungli) dari oknum pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

“Kami juga telah melakukan koordinasi dengan Pak Walikota dan Kapolres terkait adanya informasi pungli atau penyunatan dana bansos,” katanya.

Sebagai informasi, untuk jumlah penerima atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BST sekitar 217.000 warga di Kota Tangerang, ditambah ribuan warga penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan PKH. (Eky Fajrin/zai)

Back to top button