HeadlinePeristiwa

Buntut Tragedi Kebakaran, Kalapas Kelas I A Tangerang Dinonaktifkan

TANGERANG, LBC– Upaya penyelidikan tragedi kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang terus dilakukan. Untuk menunjang upaya itu, dikabarkan Kepala Lapas Kelas I A Tangerang Victor Teguh Prihartono kini dinonaktifkan dari jabatannya.

“Dinonaktifkan (Kalapas Kelas I Tangerang-red) untuk memudahkan pemeriksaan dari Inspektorat Jenderal,” ungkap Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI, Rika Aprianti saat dikonfirmasi lingkarbanten.com melalui pesan singkat, Jumat (17/9/2021).

Dengan dinonaktifkannya Victor, kata Rika, pihaknya menunjuk Pelaksana Harian (Plh) Kalapas Kelas 1 Tangerang Nirhono Jatmokoadi yang saat ini menjabat sebagai Kadiv Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham Banten.

Sebagai informasi, pada Selasa (14/9) lalu, Victor menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya terkait kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang yang menewaskan hingga 49 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tersebut. Victor diperiksa oleh pihak kepolisian selama sekira 10 jam.

Advertisement

Saat ini kepolisian masih terus mendalami kasus yang diduga mengandung unsur kelalaian hingga mengakibatkan puluhan tahanan meninggal akibat kebakaran.

Sebelumnya juga sempat dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Lapas Klas I Tangerang buntut terjadinya peristiwa kebakaran yang menewaskan 41 narapidana oleh Polda Metro Jaya. Sudah 20 orang diperiksa di Polres Metro Tangerang.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes) Tubagus Adi Hidayat usai menggelar olah TKP mengatakan, pihaknya berhasil mengumpulkan sejumlah barang bukti berupa kabel-kabel, alat listrik, dan saluran instalasi.

Kendati demikian, pihaknya untuk sementara masih belum dapat memastikan penyebab kebakaran yang menghanguskan blok C2 hingga menewaskan itu.

“Hasil temuan sementara, belum dapat dipastikan, tapi diduga akibat hubungan arus pendek. Kemudian hasil olah TKP ada beberapa yang kami bawa, antara lain kabel-kabel, ada alat listrik, dan saluran instalansi,” ungkap Adi.

(Eky Fajrin/zai)

Back to top button