HeadlinePemerintahan

Buntut Video Praktek Pungli, Oknum Lurah Diperiksa Inspektorat

TANGERANG, LBC– Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Inspektorat Kota Tangerang melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Lurah Paninggilan Utara, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, yakni Tamrin (55), Jumat (6/8/2021). Itu buntut viral video pungutan liar (pungli) yang beredar di media sosial (Medsos) dan sudah membuat gaduh.

Dalam pemeriksaannya, BKPSDM melibatkan tim pembinaan, pendisiplinan, dan psikolog analis integritas. Pemeriksaan berlangsung selama dua jam, yang selanjutnya hasil pemeriksaan dikirimkan kepada Inspektorat untuk ditindaklanjuti lebih dalam.

“Kami mengetahui kasus itu dua hari lalu. Dan benar, dalam video tersebut adalah Lurah Paninggilan Utara. Dengan itu, kami tindak cepat Kamis, kita suratin yang bersangkutan, dan Jumat pukul 09.00 kami lakukan pemeriksaan oleh tim BKPSDM,” Kepala BKPSDM Kota Tangerang Heryanto kepada lingkarbanten.com di City Galery Pemkot Tangerang.

Sementara itu, Inspektur Inspektorat Kota Tangerang Dadi Budaeri saat dikonfirmasi membenarkan, pihaknya melakukan panggilan kepada yang Lurah Paninggilan untuk segera dilakukan pemeriksaan gabungan. Selain Inspektorat, juga ada tim dari BKPSDM dan pimpinan terkait, yaitu Camat.

Advertisement

“Setelah dilakukan pemeriksaan, baru bisa dinilai akan dikenakan sanksi ringan, sedang atau berat dengan hukuman apa. Dan paling berat itu NonJob,” ancam Dadi di ruang kerjanya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, lanjut Dadi, tim Inspektorat akan membuat laporan investigasi yang akan diserahkan kepada pimpinan tertinggi yaitu Walikota Tangerang untuk bersama-sama dibuat hasil putusan atau vonis.

“Terkait kondisi kesehatan yang bersangkutan, tidak menutup kemungkinan Inspektorat akan melibatkan Dinkes (Dinas Kesehatan) untuk mendalami kondisi kesehatannya. Pastinya, Inspektorat akan menginvestigasi dan menyelesaikan perkara ini sebaik-baiknya, sesuai aturan yang ada,” tegas Dadi.

Ia pun mengimbau, seluruh ASN di Kota Tangerang untuk menjadikan kasus ini pelajaran berharga.

“Begitu juga dengan masyarakat Kota Tangerang yang sekiranya menemukan kaus serupa untuk tidak segan melaporkan ke berbagai sarana laporan yang telah disediakan Pemkot Tangerang,” imbaunya. (Eky Fajrin/zai)

Back to top button