Teknologi

Cegah Peretasan, Kominfo Latih Pencarian Celah Kerentanan Website

SERANG, LBC– Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) Kabupaten Serang menggelar pelatihan Bug Bounty Program tahap 2 di Aula TB Brigjend KH Syam’un Pemkab Serang, Senin (30/8/2021). Pelatihan dalam rangka meningkatkan kemampuan para hacker untuk mencari celah kerentanan website mencegah terjadinya peretasan.

Pelatihan diikuti mahasiswa, termasuk dosen dari berbagai universitas di Banten, yakni dari Untirta, Unbaja, Unsera, dan AMIK. Acara dibuka Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) Kabupaten Serang Anas Dwi Staya Prasadya didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris merangkap Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi Informasi Publik Diskominfosatik Kabupaten Serang Hartono, serta Kabid Persandian dan Statistik Diskominfosatik Kabupaten Serang Shinta Asfiliani Harjani

Anas mengatakan, pelatihan Bug Bounty Program kali ini merupakan tahap kedua untuk memaparkan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan sehingga diikui dengan baik oleh peserta maupun panitia, selain menjalin silaturahim. Disebutkan Anas, program melibatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Diskominfosatik Kabupaten Serang beserta unsur mahasiswa dan lembaga lainnya yang akan membentuk tim pencari celah kerentanan website. Mantan Camat Pontang ini menjelaskan, tujuan dilaksanakannya Bug Bounty Program tahap II untuk meningkatkan kemampuan para hacker dan memberikan bekal aturan-aturan yang tidak boleh dilanggar.

“Disisi lain pelatihan ini untuk mencari kerentanan yang ada pada website di lingkungan Pemkab Serang, agar keamanan informasi terjaga dengan baik,” jelas mantan Inspektur Pembantu (Irban) II Inspektorat Kabupaten Serang ini.

Advertisement

Sementara itu, Kabid Persandian dan Statistik Diskominfosatik Kabupaten Serang Shinta Asfilian Harjani menambahkan, pelatihan Bug Bounty Program tahap II diikuti masing-masing lima mahasiswa untuk setiap universitas. Shinta berharap, digelarnya Bug Bounty Program dapat mewujudkan tata kelola Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang yang aman, di samping menciptakan wadah positif untuk aktivitas hacking.

Dalam upaya melindungi sebuah informasi, menurut Shinta, dibutuhkan keamanan informasi, baik secara fisik dan logik. Keamanan fisik yaitu berupa keamanan infrastruktur yang mengoperasikan pertukaran informasi, seperti tempat komunikasi, tempat penyimpanan informasi, alat komunikasi yang mentransmisikan informasi, serta perangkat pendukungnya. Sementara keamanan logic, lanjutnya, berupa keamanan dalam bentuk digital yang mencakup password, sertifikat elektronik, akses login, otentikasi, dan tingkat otoritas yang dapat mengakses sebuah informasi.

Perpaduan keamanan informasi logik dan fisik, sambung Shinta, perlu diatur dengan tata kelola keamanan informasi, sehingga diperlukan kebijakan dari organisasi agar suatu keamanan informasi berjalan baik dan lancar, serta terjaga keamanannya.

“Sinergi dalam suatu keamanan informasi sangatlah diperlukan. Karena itu, kami memandang perlu mengajak pihak terkait dan dunia pendidikan berpartisipasi menerapkan sistem keamanan informasi yang handal,” katanya.

Intinya, dijelaskan Shinta, Bug Bounty Program merupakan cybersecurity atau proses perlindungan sistem, data, jaringan, dan program dari ancaman atau serangan digital untuk mencari celah kerentanan aplikasi atau hacker pada website. Pihaknya bekerja sama dengan universitas yang dilatih khusus oleh badan siber sandi Negara.

“Ya, pelatihan ini salah satu upaya pengamanan website,” jelasnya.

Suasana pelatihan Bug Bounty Program.

Senada disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfosatik Kabupaten Serang Iqbal yang mengatakan, pelatihan Bug Bounty Program ini untuk mencari celah aplikasi website agar pertahanannya kuat sehingga tidak mudah diretas hacker.

“Ini pelatihan tahap kedua, pertama di Bogor tahun kemarin, nanti setelah ini di Pandeglang. Ya, intinya mencegah hacker merusak data di website. Celah-celahnya kita tutup, karena ada celah website low, medium, high, dan critical web yang paling kritis untuk segera ditutup,” terangnya.

“Ke depannya kita akan ada SOC (Security Operation Center) atau pusat keamanan informasi. Namanya website pemerintah kan rentan,” imbuhnya. (zai)

Back to top button