Inovasi

Cilegon Optimis Jadi Juara P2WKSS Tingkat Provinsi Banten

CILEGON, LB– Walikota Cilegon Helldy Agustian menghadiri acara Evaluasi Penilaian Terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) Tingkat Provinsi Banten Tahun 2021 di lingkungan Cikendat, Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan, Cilegon, Senin (1/11/2021). Helldy optimistis wilayahnya bisa meraih juara pada penilaian peranan wanita yang dilakukan Pemprov Banten tersebut.

Acara dihadiri rombongan tim penilai yang dipimpin Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten Evi Sofia Restu Nilawati selaku Ketua Tim Penilaian P2WKSS, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Cilegon Heni Anita Susila, Camat Ciwandan Agus Ariyadi, Lurah se-Kecamatan Ciwandan, serta tokoh masyarakat dan warga Kelurahan Kepuh.

Helldy mengatakan, apa yang dilakukan Kelurahan Kepuh merupakan program yang sudah lama berjalan. Helldy berharap, adanya penilaian menjadi motivasi bagi masyarakat Kelurahan Kepuh. Helldy meyakini, dari apa yang diperlihatkan dan dipresentasikan Kelurahan Kepuh akan menghasilkan yang terbaik.

“Kami yakin karena tim penilaian juga melihat inovasi-inovasi terbaru yang dilakukan Kelurahan Kepuh melalui kecamatan. Mudah-mudahan dapat poin tertinggi,” harap Helldy usai acara.

Advertisement

Apalagi, kata Helldy, Kelurahan Kepuh jauh dengan industri serta berbatasan dengan Kabupaten Serang, sehingga menjadi projek percontohan. Helldy pun mengucapkan terima kasih atas kerja tim yang bekerja sama dengan masyarakat, khususnya Kelurahan Kepuh.

“Kami imbau agar yang sudah dilakukan jangan menjadi seremonial saja, tapi kontinyu dan dirawat apa yang sudah dilakkan,” imbaunya.

Tim Penilaian P2WKSS Provinsi Banten meninjau inovasi di Kelurahan Kepuh.

Di tempat yang sama, Kepala DP3AKB Cilegon Heni Anita Susila menambahkan, tahun ini kegiatan penilaian P2WKSS tingkat Provinsi Banten diikuti Kelurahan Kepuh dan Banjar Negara yang menjadi binaan Pemkot Cilegon. Disebutkan Heni, program sudah berjalan dua tahun terhitung sejak 2020. Seperti yang disampaikan Walikota, Heni meminta, apa yang sudah dilakukan kedua kelurahan dirawat dan dijaga berkesinambungan.

Dijelaskan Heni, P2WKSS merupakan program bersinergi dengan dinas terkait hingga melibatkan BUMN, Kemenag, dan lainnya. Tahun depan, pihaknya akan melanjutkan program di kelurahan lainnya.

“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan di Kelurahan Kepuh melalui program P2WKSS menjadi motivasi kelurahan-kelurahan lainnya,” harapnya.

Heni mengatakan, pihaknya sudah melakukan persiapan menyambut penilaian dari sejak tahun lalu dan saat ini sudah memasuki tahap penilaian di kabupaten kota memilih yang terbaik. Katanya, tim penilaian akan terjun ke lapangan, seperti ke PAUD, rumah sehat, dan sebagainya, serta ada sesi wawancara dengan para pelaku kegiatan. Heni berharap, tahun ini penilaian di Kelurahan Kepuh seperti Kelurahan Gerem pada 2018 menjadi juara.

“Kami berharap tahun ini Cilegon menjadi juara atau terbaik di tingkat provinsi. Karena, banyak inovasi tidak jauh dengan kelurahan juara sebelumnya. Mudah-mudahan penilaian di Kelurahan Kepuh lebih baik,” harapnya.

Terkait itu, Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga DP3AKKB Provinsi Banten Evi Sofia Restu Nilawati selaku Ketua Tim Penilaian menjelaskan, indikator penilaian program P2WKSS dilihat dari kualitas hidup perempuan, dimana perempuan menjadi titik sentral di kelurahan tersebut. Pihaknya akan melihat dari aspek bagaimana perempuan terlibat dalam kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, serta aspek lingkungan. Termasuk aspek pendukung seperti peran stakeholder, baik dunia usaha, pemerintah daerah, hingga peran lembaga masyarakat.

“Dan lebih penting bagaimana peran serta masyarakatnya. Jangan sampai masyarakat hanya menonton. Tapi, saya lihat di Cilegon ini semua terlibat, selain ada inovasi yang menjadi salah satu poin penting,” ujarnya.

Menurut Evi, inovasi memberikan gambaran masyarakat di kelurahan tersebut berkembang. Tidak hanya melakukan rutinitas, melainkan juga ada sesuatu yang dihasilkan masyarakat yang nantinya menjadi kebanggaan. Oleh karena itu, Evi berharap, dengan adanya penilaian P2WKSS bsia memotivasi masyarakat. Sesuai pernyataan Camat Ciwandan, kata Evi, sudah banyak hal yang dibangun di kelurahan peserta penilaian P2WKSS yang dinilai mempunyai poin tersendiri. Evi mengaku, datang ke Kelurahan Kepuh bersama tim penilai dari OPD lain dan langsung berdialog dengan pelaku kegiatan.

“Kami diskusi kira-kira poin-poinnya seperti apa, nilainya berapa. Intinya, saya lihat Cilegon bagus,” pungkasnya. (*/eko/zai)

Back to top button