Hukrim

Data Pribadi Guru ASN Dindikbud Banten Bocor Diselidiki Polda

SERANG, LBData pribadi guru Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten yang bertugas di wilayah Kabupaten Tangerang bocor. Data bisa diunduh di internet. Kasus itu pun dilaporkan ke Polda Banten dan tengah diselidiki.

Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga mengungkapkan, pihaknya telah menerima aduan secara lisan yang dilakukan oleh pejabat pada Dindikbud Banten pada Jumat (05/11/2021).

Kata Shinton, pihaknya Langsung menindaklanjuti laporan tersebut melalui penyelidik Siber Ditreskrimsus Polda Banten.

“Pengaduan lisan menjadi dasar untuk dilakukan penyelidikan oleh Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Banten,” ungkap Shinto saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Senin (8/11/2021).

Advertisement

Dijelaskan Shinto, kebocoran informasi yang terjadi pada sistem informasi milik pemerintah itu menjadi concern Subdit Ditreskrimsus Polda Banten untuk dapat ditindaklanjuti dengan rangkaian penyelidikan dan penyidikan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Kata Shinto, penyelidik dari Siber Ditreskrimsus Polda Banten terus melakukan komunikasi dan koordinasi intens dengan Dindikbud Banten guna mengidentifikasi oknum yang membocorkan data tersebut.

“Apa motivasi yang bersangkutan melakukan hal itu,” katanya.

Shinto mengatakan, perbuatan mentransmisikan data privasi secara ilegal masuk dalam perbuatan yang dapat dipidana dalam UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dengan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang aktif antara penyelidik Siber Ditreskrimsus Polda Banten dengan Dindikbud Banten, kata Shinto, maka subjek hukum yang diduga melakukan transmisi data itu telah diidentifikasi.

“Saat ini sedang dalam pemeriksaan bersama,” ujarnya.

Shinto mengimbau, masyarakat tidak mengunduh link vbook yang tersebar luas di media sosial (medsos), karena mengandung malware. Ia pun mengimbau guru yang datanya dibocorkan secara ilegal untuk melaporkan ke Polda Banten.

“Apalagi yang mengalami teror dari pihak lain pasca kebocoran informasi tersebut,” pungkasnya. (Hendra Hermawan/zai)

Back to top button