DesaHeadline

Desa Cikolelet Masuk 50 Besar Desa Wisata Terbaik Indonesia

SERANG, LBC– Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang masuk 50 besar Desa Wisata Bangkit Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparefraf RI). Desa Cikolelet masuk 50 besar setelah lolos seleksi ketiga bersaing dengan 1.831 desa dari 34 provinsi yang ada di Indonesia.

“Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 ini dilaksanakan mulai Juli kemarin. Alhamdulillah, dalam seleksi ketiga dari 1.831 peserta Desa Wisata Nusantara di seluruh Indonesia yang ikut ajang Anugerah Desa Wisata Nusantara tahun 2021, Desa Cikolelet masuk 50 besar,” ucap Pegiat Wisata Desa Cikolelet Ojat Darojat yang dikonfirmasi lingkarbanten.com dan mediabanten.com melalui sambungan telepon seluler, Senin (23/8/2021) malam.

Sebelumnya, kata mantan Kades Cikolelet dua periode yang kini mencalonkan kembali pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2021 itu, Desa Cikolelet pada seleksi pertama lomba masuk 300 besar dan mengerucut kembali menjadi 100 besar pada seleksi kedua. Kata Ojat, pencapaian itu berkat kerja keras dan dukungan seluruh elemen penggiat wisata di Kabupaten Serang, terutama Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang Bidang Destinasi Wisata, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Serang, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Forum Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Serang, serta Penggiat Wisata Desa Cikolelet.

Dijelaskan Ketua Pokdarwis Kabupaten Serang ini, tolok ukur penilaian secara otomatis dari website Jejaring Desa Wisata (Jadesta) sebagai wadah jejaring desa wisata nasional. Di antaranya adanya kelembagaan penggiat wisata di desa, sarana aksebilitas dan amenitas yang memadai, legalitas pengembangan desa wisata (keputusan Bupati, Perdes pengembangan desa wisata dan SK pengelola wisata), Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan) atau CHSE, serta atraksi wisata yang menarik.

Advertisement

Dalam hasil analisa penilaian Jadesta, lanjut Ojat, nilai Desa Cikolelet 44,12 persen atau masuk kategori desa maju.

“Mudah-mudahan seleksi tahap keempat Desa Cikolelet masuk sepuluh besar,” harapnya.

Kendati demikian, Ojat mengaku puas atas pencapaian Desa Cikolelet yang sudah masuk 50 besar. Ia berharap, capaian itu memicu semangat masyarakat dan pegiat wisata Desa Cikolelet untuk mengembangkan Desa Wisata Cikolelet, serta memotivasi desa lain di Kabupaten Serang untuk terus berinovasi pada bidang desa wisata.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Kabupaten Serang atas bimbingan dukungan dan promosinya. Terutama kepada Ibu Bupati Serang, Disporapar Kabupaten Serang, HPI Kabupaten Serang, Forum Pokdarwis Kabupaten Serang, dan tentunya media online lingkarbanten.com yang selalu mengangkat potensi desa wisata di Kabupaten Serang,” ucapnya.

Ojat selaku pengelola dan penggiat wisata di Kabupaten serang itu berharap, dengan terpilihnya Desa Cikolelet masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia tahun 2021 menjadi lebih dikenal lagi secara luas di kancah nasional dan setelah Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akibat pandemi Covid-19 berakhir tingkat kunjungan lebih meningkat lagi.

Ojat juga meminta Pemkab Serang dan Pemprov Banten lebih intens membina desa wisata, khususnya Desa Cikolelet dimana faktor penunjang seperti akses jalan menuju wisata alamnya masih tanah harus menjadi perhatian, serta dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dengan bimbingan dan pembinaan berkelanjutan..

“Mudah-mudahan pencapaian Desa Cikolelet ini menginspirasi desa-desa lain di Kabupaten Serang khususnya, umumnya di Provinsi Banten untuk berinovasi di bidang wisata,” harapnya.

Wisata Alam Puncak Cibaja di Desa Cikolelet. Foto : Kemendesa

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Masyarakat DPMD Kabupaten Serang Nasir Al Afghani mengapresiasi Desa Cikolelet yang 50 ebsar desa wisata terbaik di Indonesia. Hasil itu berdasarkan hasil beberapa tahapan seleksi lomba, terakhir pada 18 Agustus bersaing dengan 1.831 desa se-Indonesia. Kata Nasir, saat penilaian desa wisata prosesnya sangat ketat dan lama, termasukb survey dilakukan beberapa kali oleh tim penilaian.

“Yang mengumumkan 50 besar itu langsung oleh Menteri Pariwisata (menyebut Menparekraf-red) Sandiaga Salahuddin Uno. Atas capaian itu, kami dari Pemda mendorong seluruh desa yang ada di Kabupaten serang dapat memanfaatkan potensi-potensi yang ada di desa untuk dijadikan pariwisata desa,” ujarnya.

Karena bagaimanapun, lanjut Nasir, Indonesia bisa meningkatkan perekonomian diawali dari desa. Menurut Nasir, Desa Cikolelet layak masuk 50 besar karena kepala desa dan seluruh perangkatnya serta masyarakatnya mau bahu membahu membangun desanya meskipun berada di pinggiran kota atau di atas bukit. Kata Nasir, perangkat Desa Cikolelet mampu mengajak masyarakat kompak, mau bekerja keras dengan bergotong royong menghidupkan lebih dari 300 potensi yang ada di desa, mulai dari kuliner sampai wisata alamnya.

“Banyak potensi di Desa Cikolelet, selain wisata alam, juga ada Susu Kambing Etawa, pernak-pernik, madu, hingga kerajinan sehingga wajar masuk 50 besar desa wisata terbaik di Indonesia, karena masyarakatnya guyub dan bersatu padu bersinergi, serta leadernya sangat familiar dan bermasyarakat, sehingga diterima masyarakat,” katanya.

Nasir pun bersyukur, karena kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas di Desa Cikolelet membuahkan hasil. Nasir pun berharap, ke depan Desa Cikolelet yang masuk nominasi 50 besar bisa membuat reflika di desa lainnya. Menurut Nasir, wilayah Kabupaten Serang potensinya bukan hanya wisata alam, air, laut, dan gunung, melainkan juga juga potensi non alam.

“Ya, desa bisa membuat wisata buatan, seperti membuat spot foto atau persawahan disulap menjadi desa wisata seperti di Cikeusal,” sarannya.

Sementara itu, dalam paparannya yang diunggah melalui akun youtube Kemenparefkraf RI, Menteri Parekraf RI Sandiaga Salahudin Uno mengatakan, lebih dari 70 ribu desa dimana 1.831 desa di antaranya berpartisipasi pada Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021. Katanya, ke-1.831 desa yang terkumpul dari 34 provinsi itu mempunyai wisata yang hebat. Katanya, rangkaian Anugerah Desa Wisata Indonesia sudah melalui tahapan-tahapan, mulai dari kurasi berdasarkan penilaian dewan kurator dari tujuh kategori penilaian, klasifikasi desa wisata dan kelengkapan desa wisata melalui website Jadesta.com.

“Dari dari proses kurasi terseleksi menjadi 300 besar desa wisata dan dikerucutkan kembali menjadi 100 desa wisata hingga terpilih 50 besar desa wisata terbaik desa wisata Indonesia Bangkit,” papar Sandiaga Uno.

Inilah daftar 50 besar Desa Wisata Indonesia Bangkit Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021;

  1. Desa Nusa, Kabupaten Aceh Besar (Provinsi Aceh)
  2. Desa Tipang, Kabupaten Hasundutan (Sumatera Utara)
  3. Desa Huta Tinggi, Kabupaten Samosir (Sumetara Utara)
  4. Desa Sungai Batang, Kabupaten Acam (Sumbar)
  5. Desa Kampuang Minang Nagari Sumpu, Kabupaten Tanah Datar (Sumbar)
  6. Desa Saribu Gonjong, Kabupaten Lima Puluh Kota (Sumbar)
  7. Desa Apar, Kota Pariaman (Sumbar)
  8. Desa Ekowisata Burai, Kabupaten Ogan Ilir (Sumsel)
  9. Desa Koto Mesjid, Kabupaten Kampar (Riau)
  10. Desa Rigis Jaya, Kabupaten Lampung Barat (Lampung)
  11. Desa Cikolelet, Kabupaten Serang (Banten)
  12. Desa Sukarame, Kabupaten Pandeglang (Banten)
  13. Desa Pulau Untung Jawa, Kabupaten Kepulauan Seribu (DKI Jakarta)
  14. Desa Perkampungan Budaya Betawi, Kota Jakarta Selatan (DKI Jakarta)
  15. Desa Alamendah, Kabupaten Bandung (Jabar)
  16. Desa Saung Ciburial, Kabupaten Garut (Jabar)
  17. Desa Selasari, Kabupaten Pangandaran (Jabar)
  18. Desa Cisande, Kabupaten Sukabumi (Jabar)
  19. Desa Gegesik Kulon, Kabupaten Cirebon (Jabar)
  20. Desa Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara (Jateng)
  21. Desa Cikakak, Kabupaten Banyumas (Jateng)
  22. Desa Sumberbulu, Kabupaten Karanganyar (Jateng)
  23. Desa Sangiran, Kabupaten Sragen (Jateng)
  24. Desa Pandanrejo, Kabupaten Purworejo (Jateng)
  25. Desa Karanganyar, Kabupaten Magelang (Jateng)
  26. Desa Kampung Blekok, Kabupaten Situbondo (Jatim)
  27. Desa Sanankerto, Kabupaten Malang (Jatim)
  28. Desa Kampung Majapahit Bejijong, Kabupaten Mojokerto (Jatim)
  29. Desa Tamansari, Kabupaten Banyuwangi (Jatim)
  30. Desa Ranupani, Kabupaten Lumajang (Jatim)
  31. Desa Serang, Kabupaten Blitar (Jatim)
  32. Desa Kakilangit Mangunan, Kabupaten Bantul (DI Yogyakarta)
  33. Desa Rejowinangun, Kota Yogyakarta (DI Yogyakarrta)
  34. Desa Tinalah, Kabupaten Kulon Progo (DI Yogyakarta)
  35. Desa Dewi Sambi, Kabupaten Sleman (Di Yogyakarrta)
  36. Desa Cabangsari, Kabupaten Badung (Bali)
  37. Desa Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karang Asem (Bali)
  38. Desa Sesaot, Kabupaten Lombok Barat (NTB)
  39. Desa Bonjeruk, Kabupaten Lombok Tengah (NTB)
  40. Desa Senaru, Kabupatyen Lombok Utara (NTB)
  41. Desa Detosoko Barat, Kabupaten Ende (NTT)
  42. Desa Wae Rebo, Kabupaten Manggarai (NTT)
  43. Desa Kole Sewangan, Kabupaten Tana Toraja (Sulsel)
  44. Desa Lembang Nonongan, Kabupaten Toraja Utara (Sulsel)
  45. Desa Ara, Kabupaten Balukumba (Sulsel)
  46. Desa Liya Togo, Kabupaten Wakatobi (Sulawesi Tenggara)
  47. Desa ReligiBubohu Bongo, Kabupaten Gorontalo (Gorontalo)
  48. Desa Ngilngop, Kabupaten Maluku Utara (Maluku)
  49. Desa Kampung Yoboi, Kabupaten Jayapura (Papua)
  50. Desa Arborek, Kabupaten Raja empat (Papua Barat)

Back to top button