Sosial Budaya

Di Perkampungan Kota Tangerang Minim Fasos Fasum

Dewan Sarankan Penyediaan Lahan oleh Pemkot

TANGERANG, LB– Ketersediaan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos fasum) dengan pertumbuhan wilayah Kota Tangerang dinilai tidak seimbang atau masih minim. Kondisi itu berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat, terutama di wilayah perkampungan.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang Saiful Mila kepada LingkarBanten.Com melalui sambungan telepon seluler, Selasa (5/10/2021).

Saiful menilai, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dengan mudahnya memfasilitasi fasum dan fasilitas sosial (fasos) untuk warga perumahan ketimbang di perkampungan. Berdasarkan hasil pe

antauannya, di perumahan sudah tersedia ruang publik, lapangan futsal, taman bacaan, dan fasilitas lainnya. Kondisi itu berbanding terbalik dengan perkampungan, dimana banyak warganya yang kesulitan mengakses ruang public.

Advertisement

Saiful mencontohkan Kampung Kebon Cau, Kampung Doyong, Kampung Pangasinan, dan Kampung Bajing di wilayah Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang yang minim fasos fasum.

Untuk itu, Saiful meminta Pemkot Tangerang membebaskan lahan di tengah permukiman masyarakat agar memiliki lahan terbuka untuk menunjang aktivitas mereka.

“Tentunya, lahan harus dibebaskan sesuai harga pasaran. Nah pemerintah yang membayar, membeli lahan, sesuaikan dengan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) dan ditingkatlan menjadi harga pasar,” pintanya.

Pengadaan lahan, dijelaskan Saiful, untuk dijadikan sebagai sarana olahraga maupun sarana serbaguna. Masyarakat yang ingin hajatan juga dapat memanfaatkan area tersebut.

Menurut Saiful, tanpa ada pembenasam lahan tidak akan ada fasos-fasum di perkampungan. Pasalnya, perkampungan tumbuh secara alami.

“Berbeda dengan permukiman yang disediakan developer yang mewajibkan menyerahkan fasos-fasum kepada pemerintah,” terangnya.

Kendati demikian, Saiful memahami dengan kondisi ketersediaan anggaran dari Pemkot Tangerang, meski seharusnnya tidak bisa dijadikan alasan. Atas kondisi itu, Saiful berharap, Pemkot Tangerang bisa membebaskan lahan dalam satu wilayah RW untuk penyediaan ruang publik, baik untuk lapangan futsal atau untuk kegiatan soisal.

“Ini (penyediaan fasos fasum-red) yang ingin selalu kita dorong, Walikota bicara soal anggaran, kita pahami kondisi pandemic. Tapi, ke depan kita berharap sudah tidak ada lagi alasan itu,” harapnya. (Eky Fajrin/zai)

Back to top button