Inovasi

Dibalik Kisah Buku Karya Camat Sepatan, Kabupaten Tangerang

Berjudul 'Memimpin Dengan Gaya Pelangi'

TANGERANG, LB-Sebuah buku lazimnya ditulis seseorang yang bernaung di lingkungan pendidikan formal, seperti guru besar bergelar Profesor, Doktor, Dosen, Mahasiswa, atau Pelajar, guru di sekolah, peneliti, seorang yang berprofesi sebagai penulis atau sosok yang erat kaitannya dengan dunia literasi. Namun siapa sangka jika seorang Camat yang sehari – hari berjibaku dengan urusan tata kelola pemerintahan berhasil mengukir sebuah karya tulis yang dikemas dalam buku.

Adalah Camat Sepatan, Kabupaten Tangerang Dadang Sudrajat yang mampu menghasilkan karya tulisan mengulas tentang perjalanan masa kepemimpinannya sebagai camat selama dua tahun. Buku karya Camat itu pun dilaunching pada 5 Oktober bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI.

Buku berjudul ‘Memimpin Dengan Gaya Pelangi’ dilauncurkan Dadang di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang, Selasa (5/10/2021). Dadang beralasan, meluncurkan buku bertepatan dengan HUT TNI untuk mengenang almarhum ayahnya yang merupakan mantan Prajurit TNI. Peluncuran buku juga sekaligus sebagai hadiah hari istimewa bagi Institusi keamanan negara tersebut.

“Saya sejatinya ‘anak kolong’ (putra prajurit TNI-red). BIisanya tukang rebut, sableng gitulah terkenalnya. Tapi, melalui buku ini, saya tunjukkan anak kolong juga bisa mengukir karya tulis,” paparnya.

Advertisement

Dadang menjelaskan, buku yang ditulisanya berlatar belakang dua hal. Yakni sebagai catatan refleksi selama dua tahun perjalanan masa kepemimpinannya sebagai camat bersama jajaran staf Kecamatan, para perangkat desa dan kelurahan, termasuk lurah dan kepala desanya, serta unsur tiga pilar Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).

Latar belakang lainnya, sebagai bahan evaluasi agar dapat meningkatkan kinerja untuk memajukan wilayah Sepatan. Selain itu, buku juga sebagai bukti tekad kuatnya dalam mengukir karya berupa tulisan, sebagai ekspresi diri menebar hal- hal positif (konstruktif) yang ada dalam benak pikirannya yang dituangkan dalam tulisan dengan dukungan data dan dokumentasi.

“Dengan buku ini, saya ingin berbagi wawasan atau sharing tentang kepemimpinan dan bisa juga untuk bahan evaluasi bagi saya sendiri,” jelasnya.

Dadang menambahkan, pembuatan bukunya menghabiskan waktu dua bulan. Bulan pertama digunakan untuk merancangan susunan draf judul dan tema. Selanjutnya, Dadang berkonsultasi dengan editor untuk menata kalimat dan penyempurnaan, mengisi sambutan, meminta testimoni, serta kelengkapan lainnya, termasuk meminta sambutan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar dan Asisten Daerah (Asda) Pemkab Tangerang Bidang Kesejahteraan Rakyat.

“Bulan Maret kami mulai, dan April sudah tahapan menyusun layout (desain). Di akhir bab buku, kami lengkapi dengan gambar berwarna untuk menguatkan autentisitas,” katanya.

Kata Dadang, totalitasnya dalam membuat buku dibuktikan dengan mengikuti program menulis yang diadakan penerbit media guru.

“Nama programnya Sagu Sabu, Satu Guru Satu Buku. Inti dalam buku ‘Memimpin dengan gaya Pelangi’,” ujarnya.

Menurut Dadang, Kecamatan Sepatan merupakan wilayah yang bertumbuh kembang, dimana awalnya dari sebuah perkampungan yang dihuni mayoritas warga pribumi dengan mata pencaharian pertanian. Namun, saat ini masyarakat yang dipimpinnya meliputi beragam karakter, suku, dan latar belakang. Mata pencaharian juga turut berkembang pesat, seperti dalam bidang jasa dan perdagangan.

Istilah pelangi, dijelaskan Dadang, diartikan warna masyarakat yang beragam dan akan indah saat pengelola (pemerintah-red) mensinergikan, mengharmonisasikan antara satu dan lainnya dalam satu ikatan.

“Makanya dipilih istilah pelangi,” terangnya.

Menurutnya, Setiap masyarakat tidak dapat diperlakukan secara sama atau seragam karena keberagamannya.

“Dan, itu tugas pemimpinlah ya,” tutupnya. (zai)

Back to top button