HeadlineHukrim

Ditangkap, Pembunuh Karyawati Greenotel Punya Hubungan Spesial

SERANG, LBC – Setelah melakukan pengejaran selama tiga pekan, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Serang Kota akhirnya berhasil meringkus pelaku pembunuhan karyawati Greenotel Cilegon di rumah kost-nya di wilayah Sempu, Kelurahan Cipare, Kota Serang. Pelaku mengaku sempat mempunyai hubungan spesial dengan korban.

Diberitakan sebelumnya, seorang wanita bernama Siti Maryam (36), asal Tambang Ayam, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang ditemukan tewas di dalam kamar kontrakannya dalam posisi muka tertutup bantal di Kampung Larangan, Desa Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Rabu (18/8/2021) malam.

Wanita itu bekerja sebagai House-Keeping di Greenotel Cilegon. Bahkan, sejumlah barang berharga milik korban raib, sehingga Siti diduga menjadi korban pembunuhan.

Pelaku diketahui berinisial BM (40) yang ditangkap di rumah kost-nya, di wilayah Sempu, Kelurahan Cipare, Kota Serang pada Selasa (18/8/2021).

Advertisement

Kapolres Serang Kota AKBP Maruli Ahiles Hutapea mengungkapkan, pihaknya berhasil meringkus pelaku pembunuhan karyawati Greenotel Cilegon yang meninggal di rumah kontrakannya. Pelaku, diceritakan Maruli berdasarkan pengakuan korban, sudah berkeluarga tetapi pernah menjalin hubungan spesial dengan korban. Bahkan, pernah tinggal satu kontrakan dengan korban pada 2016, serta pelaku memiliki kunci kamar korban yang belum dikembalikan.

Karena itu, berdasarkan pengakuan yang diterimanya, pelaku merencanakan tindakan kejahatan pencurian di rumah kontrakan korban dengan membawa serta tali tambang yang digunakan pelaku untuk memanjat masuk kontrakan melalui atap pada Senin, 17 Agustus 2021.

Lantaran di sekitar lokasi kontrakan sedang ramai, lanjut Maruli, pelaku mengurungkan niatnya dan berencana mengulang tindakannya itu keesokan harinya atau pada Selasa,18 Agustus 2021 pagi. Pada Selasa itu pun pelaku mulai melakukan aksinya.

Karena memiliki kunci kamar kontrakan korban, pelaku membuka pintu langsung masuk ke kamar dan melihat korban saat itu sedang tertidur. Saat memulai aksinya, tiba-tiba korban yang merupakan mantan kekasihnya itu terbangun. Pelaku yang panik spontan mencekik leher korban hingga meninggal dunia.

“Modus pelaku awalnya ingin mengambil barang milik korban yang ada di TKP (Tempat Kejadian Perkara), tidak ada motif lain, sudah direncanakan,” tutur Maruli dalam press conference di Mapolres Serang Kota, Senin (06/09/2021).

“Lalu, pelaku yang dari sejak awal membawa tali mengalihkan situasi, seolah-olah korban bunuh diri, lalu pelaku kabur memanjat plafon,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, kata Maruli, pelaku dikenakan Pasal 339 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 29 tahun.

Sementara itu, pelaku mengakui, jika dirinya sempat menjalin hubungan mesra dengan korban. Dia tidak memungkiri jika sedari awal memiliki niat untuk mengambil barang milik korban.

“Pernah gitu (dekat-red), teman tapi mesra, ya niatnya mau ngambil barang korban,” aku BM. (Sofi Mahalali/zai)

Back to top button