Kesehatan

DKPP Cilegon: Waspada Bahaya PMK Pada Hewan

CILEGON, LB – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Cilegon meminta masyarakat mewaspadai bahaya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bagi hewan, terutama bagi hewan ternak yang dikonsumsi oleh manusia.

Sekadar diketahui, PMK merupakan penyakit hewan yang disebabkan Apthovirus. Umumnya, penyakit ini menyerang hewan berkuku genap atau belah seperti sapi, kerbau, kambing, domba, babi, dan beberapa jenis hewan liar seperti jerapah dan gajah.

Kendati demikian, PMK dinyatakan tidak berbahaya bagi manusia. Daging dan susu yang dikonsumsi akan tetap aman selama dimasak dengan benar.

Dalam penanganan PMK, Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan pada DKPP Cilegon, Lira Yuliantina mengatakan, pihaknya akan mengadakan sosialisasi dan memberikan imbauan kepada penjual hewan kurban, peternak hewan, dan penjual produk-produk hewan agar waspada terhadap penyakit tersebut.

Advertisement

Sosialisasi, kata Lira, akan dilaksanakan pekan depan, dengan sasaran para penjual hewan kurban, peternak hewan, dan penjual produk-produk hewan.

“Kami akan menjelaskan apa itu PMK? Bagaimana ciri-cirinya? agar mereka teredukasi,” ujar Lira saat ditemui Lingkar Banten di ruang kerjanya, Minggu (15/5/2022).

Lira menjelaskan, ciri-ciri hewan terjangkit PMK yaitu mengalami demam, mulutnya mengeluarkan air liur, kukunya seperti mau lepas, dan kakinya pincang. PMK, kata Lira, menyerang hewan ruminansia saja, seperti sapi, kerbau, domba, kambing, dan babi.

“Kondisi PMK pada hewan saat ini masih aman. Di Kota Cilegon dengan jumlah kasus saat ini 0 kasus, dan juga 0 kasus untuk Provinsi Banten,” tegasnya.

Lira pun mengimbau kepada masyarakat agar segera melaporkan kepada DKPP atau Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) jika menemukan ciri-ciri hewan terjangkit PMK. Kata Lira, PMK bisa disembuhkan dengan meminumkan vitamin atau antibiotik pada hewan.

“Daging hewan yang terjangkit PMK masih bisa dikonsumsi tapi, jeroan hewannya harus dibuang dan juga dagingnya harus dimasak sampai benar-benar mendidih,” sarannya.

Namun, lanjut Lira, tidak menutup kemungkinan bagian kaki dan mulut pada hewan yang terkena PMK tidak bisa dikonsumsi.

“PMK ini tidak menular ke manusia, tapi menular antar hewan,” pungkasnya. (Erling Cristin/zai)

Back to top button