Agama

Pertama di Banten, Vihara Boetong Gelar Sembahyang Cioko Ulambana

TANGERANG, LBC– Kondisi pandemi Covid-19 berkepanjangan menjadi keprihatinan bersama masyarakat Kota Tangerang. Dibutuhkan doa dan kerjasama semua pihak agar masyarakat bisa segera terbebas dari pandemi. Berlatarbelakang itu, Vihara Dhamma Budhi Bhakti (Boetong) di Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang menggelar sembahyang Cioko Ulambana yang pertama kali di Provinsi Banten digelar selama tiga hari, mulai 13-15 Agustus 2021.

Ketua Vihara Boetong, Suhu Benny Susanto mengatakan, pihaknya menggelar acara Sembahyang Cioko Ulambana dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat dan diikuti ummat secara online. Dijelaskan Suhu Benny, Sembahyang Cioko Ulambana bertujuan untuk mendoakan para arwah leluhur yang berada di alam bawah agar naik ke alam atas agar pandemi Covid-19 bisa segera berakhir.

“Sembahyang ini akan di pimpin dengan tujuh orang biksu. Yang memimpin Biksu Manggala sasana Maha Sthavira dan akan digelar tiga hari dari 13-15 Agustus,” ungkapnya, Kamis (12/8/2021).

Pada puncak acara, Minggu (15/8), kata Suhu Benny, pihaknya akan membagikan paket sembako selain ritual pembakaran perahu sebagai bentuk doa untuk arwah leluhur.

Advertisement

“Kami akan bagikan 2.000 paket sembako yang berisikan beras, minyak, dan lain-lain kepada warga sekitar vihara, mulai dari tukang becak, ojek online, warga miskin lainnya. Namun untuk hari Minggu secara simbolik hanya untuk 20 orang,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, salah seorang Biksu menambahkan bahwa sembahyang yang digelar sebagai bentuk usaha agar Indonesia bisa segera terbebas dari kondisi sulit akibat pandemi Covid19. Katanya, sembahyang akan dilakukan mulai pukul 08.00 – 17.00 WIB dengan membacakan doa Liang Huang Bao Zhan yang jarang dibawakan di Indonesia.

“Doa untuk semua alam, Indonesia. Dengan doa ini, semoga dunia ini bisa segera terlepas dari pandemi,” harapnya.

Di penghujung wawancara, Ia berpesan agar ummat harus optimis jika pandemi akan berakhir dan meminta tetap menjaga imun tubuh sesuai aturan protokol kesehatan (prokes).

“Jangan takut tapi juga jangan abai. Jika takut, kita akan turun imunnya. Untuk itu, jangan lupa menjaga pikiran selalu positif, sehingga imunitas tetap terjaga,” pesannya. (Eky Fajrin/zai)

Back to top button