Bisnis

Dorong Wirausaha, Belasan Warga Tangerang Ikut Pelatihan Tata Boga

TANGERANG, LB– Sebanyak 15 warga mengikuti pelatihan tata boga yang diselenggarakan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) bersama Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Tangerang melalui Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan keterampilan berwirausaha di Hotel Golden Tulip, Kota Tangerang, Rabu (6/10/2021).

Pelatihan dalam rangka penguatan ekonomi sektor keluarga serta peningkatan keterampilan diikuti 15 warga dari beberapa Kecamatan di Kota Tangerang. Pelatihan tata boga berlangsung selama 15 hari, mulai dari pengenalan alat masak, belajar berbagai resep, hingga teknik pemasaran.

Kepala Disnaker Kota Tangerang Rakhmansyah mengatakan, kegiatan pelatihan tata boga merupakan angkatan satu sebagai bentuk adopsi animo masyarakat Kota Tangerang yang ingin meningkatkan keterampilannya. Pelatihan menggandeng Hotel Golden Tulip untuk memberikan materi hingga praktik.

Diungkapkan Rakhmansyah, peserta angkatan satu ini diikuti 15 orang. Pihaknya menggandeng PKK untuk menghadirkan ibu-ibu rumah tangga yang ingin belajar dan membuka usaha, bukan yang sudah membuka usaha.

Advertisement

“Tujuannya untuk mendorong masyarakat membuka usaha baru bisa tercapai,” jelas Rakhmansyah usai membuka pelatihan.

Rakhmansyah berharap, peserta mendapat ilmu secara total dan benar-benar digunakan sebagai modal memulai usaha dan membantu perekonomian keluarga untuk jangka panjang.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Tangerang Aini Suci Wismansyah yang turut hadir pada acara pembukaan pelatihan berharap, pelatihan tata boga dapat meningkatkan geliat usaha rumah tangga. Terlebih, membantu perekonomian keluarga di tengah banyaknya kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Aini juga berharap, melalui pelatihan peserta dapat lebih berkreativitas dan mengembangkan ilmu yang didapat.

“Terlebih bisa menghasilkan produk-produk makanan khas Kota Tangerang,” harapnya.

Terkait itu, Ahmad Bitu, Instruktur Hotel Golden Tulip ini menatakan, pihaknya menurunkan dua chef kompeten di bidang pastry pada pelatihan. Selama pelatihan, peserta dikenalkan beragam alat masak, pelatihan 15 resep desert dan pastry box, pengemasan, pemasaran, hingga teknik penyimpanan bahan baku.

“Semua materi bertahap selama 15 hari, mulai dari pukul 09.00 sampai pukul 13.00. Peserta akan berlatih membuat kue-kue yang nantinya bisa menjadi peluang usaha desert atau pastry box rumahan. Seperti kroket, puff pastry, risol mayo, lumpia dan banyak lainnya,” paparnya.

Pada pelatihan juga, lanjutnya, didominasi praktik di dapur agar peserta tidak bingung dengan materi-materi di atas kertas. (Eky Fajrin/zai)

Back to top button