Politik

DPC Demokrat Pandeglang Tanggapi Gugatan KSP Moeldoko

PANDEGLANG, LB – Menyikapi gugatan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko yang menggandeng Yusril Izamahendra sebagai Kuasa Hukum gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) soal AD/ART Partai Demokrat, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Pandeglang Yoyon Sujana menilai sikap itu justru akan menghilangkan nama dan kehormatan Moeldoko sendiri.

Sebelumnya, diketahui jika Kelompok Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang atau Kubu Moeldoko mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) untuk mengesahkan hasil KLB.

Yoyon menilai lucu dengan sikap Kubu Moeldoko yang melakukan gugatan kembali terhadap Partai Demokrat di bawah Ketua komando Agus Harimurti Yudoyono (AHY) yang sah dan diakui pemerintah.

“Saya yakin bahwa keputusan Allah tidak akan salah untuk kebesaran Partai Demokrat menghadapi tahun 2024 mendatang,” ujar Yoyon Sujana kepada awak media di Sekretariat DPC Partai Demokrat Pandenglang, Senin (04/10/21).

Advertisement

Berdasarkan rilis yang diterima Yoyon dari Kepala Badan Komunikasi Strategis Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyebutkan, saat ini Partai Demokrat kubu KSP Moeldoko sudah cerai-berai. Max Sopacua mundur teratur, Cornel Simbolon mundur, serta Nazarudin juga keluar dari koalisi.

Alasannya, mereka marah karena diduga ulah Rusdiansyah yang memalsukan tanda tangan Kader Partai Demokrat untuk menggugat Ketua Umum DPP Partai Demokrat AHY. Para kader itu saat ini sudah melaporkan Rusdiansyah ke Polisi pada 18 April 2021. Oleh karena itu, Yoyon meminta agar pihak Polda Metro Jaya segera memprosesnya.

“Posisi Nazarudin digantikan Muhamad Azhari, mantan kader yang sudah menjadi anggota partai lain. Keuangan tim juga sudah seret, karena agrometer jalan terus, tapi hasil tak kunjung tiba. Bahkan KSP Moeldoko sudah tidak mempercayai tim Marzuki Alie dan menggunakan orang-orang terdekatnya di KSP inisial ES,” bebernya.

Menurut Yoyon, dengan sikap KSP Moeldoko yang melanjutkan ambisinya justru harus siap-siap kehilangan, bukan  saja uangnya, melainkan juga nama baik dan kehormatan pribadi dan keluarganya.

“Kami yakin, insya Allah bersama Tuhan dan dukungan rakyat Indonesia, kami dapat memenangkan proses hukum ini. Kami meminta KSP Moeldoko, tempuhlah cara-cara yang demokratis dan beradab. Jika memang ada ambisi jadi Presiden, dirikanlah Partai sendiri.” sarannya.

Saat ini, diakui Yoyon, pihaknya sedang gencar menggelar kegiatan vaksinasi untuk membantu pemerintah dalam percepatan dan penanganan Covid-19. Dengan begitu, bangsa Indonesia bisa kembali hidup normal, terutama ekonomi kembali bangkit dan masyarakat sejahtera.

“Salah satunya DPD Demokrat Banten, khususnya DPC Partai Demokrat Pandeglang terus gencar melakukan vaksinasi bersama para tim medis Dinkes Pandeglang. Kita hadir di tengah rakyat dalam situasi pandemic berharap Covid cepat berlalu,” harapnya. (M Hafidz Fathurrohman/zai)

Back to top button