Pemerintahan

Mendesak, DPRKP Kota Serang Akui Adopsi Site Plan TPU

SERANG, LBC- Rencana pembangunan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Syarif Hasan Kota Serang di Kelurahan Terumbu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang diakui Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman (DPRKP) Kota Serang merupakan hasil adopsi dari daerah lain. Site plan diadopsi lantaran dibutuhkan mendesak untuk pemakaman jenazah Covid-19.

Sebelumnya rencana pembangunan TPU yang sempat mendapat penolakan warga lantaran khawatir menjadi kluster pemakaman non-muslim.

Kepala Bidang (Kabid) Perumahan DPRKP Kota Serang Dadan Priyatna tidak menyangkal, site plan pembangunan TPU Syarif Hasan hasil adopsi dari kabupaten/kota lain. Hal itu dilakukan pihaknya lantaran mendesak.

“Sebab TPU dibutuhkan segera untuk pemakaman jenazah Covid-19,” ungkap Dadan saat ditemui Lingkarbanten.com di ruang kerjanya, kantor DPRKP Kota Serang, Pusat Pemerintahan Kota Serang (Puspemkot), Perumahan Kota Serang Baru (KSB), Kota Serang, Jumat (30/7/2021).

Advertisement

Sehingga, sambung Dadan, dalam gambar rencana pembangunan TPU Syarif Hasan masih tercantum pemakaman kluster non-muslim.

“Tadinya kita mau mengadopsi yang punya Kabupaten/Kota lain, sehingga masih ada muncul atau masih nempel (pemakaman kluster non-muslim-red),” terangnya.

Dadan memastikan, sampai saat ini site plan TPU Syatif Hasan Kota Serang masih berupa konsep rencana dan belum ditandatangani Kepala DPRKP Kota Serang. Bahkan, belum disetujui DPRD Kota Serang.

“Kita masih mencari-cari referensi untuk TPU Kabupaten/Kota itu seperti apa. Belum ada pembahasan area peruntukannya untuk apa,” akunya.

Yang pasti, dijelaskan Dadan, site plan TPU keluar lantaran DPRKP Kota Serang dibutuhkan segera untuk pematangan lahan dan penetapan batas area.

“Belum ada dokumen perencanaan, itu baru oret-oretan kita aja. Belum ada kegiatan sama sekali untuk dokumen perencanaan. Itu hanya untuk menentukan batas (area TPU-red),” jelasnya.

Kata Dadan, pihaknya baru akan melakukan pembahasan terkait rencana pembangunan TPU Syarif Hasan Kota Serang setelah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berakhir. Adapun untuk sosialisasi rencana pembangunan TPU kepada masyarakat, lanjutnya, akan dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan dan kelurahan setempat.

Insya Allah setelah PPKM kita akan melakukan pembahasan dengan mengundang stakeholder atau dinas-dinas terkait. Selanjutnya untuk sosialisasi akan dilakukan oleh pihak kecamatan kelurahan setempat,” tandasnya. (Sofi Mahalali/zai)

Back to top button