Desa

Dua Calon Kades Meninggal, Lawan Calon Tunggal

SERANG, LBC – Dua calon kepala desa (kades) di dua desa pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2021 di Kabupaten Serang dikabarkan meninggal dunia. Kondisi itu membuka peluang calon kades yang menjadi lawan karena di dua desa itu hanya diikuti dua calon atau menjadi calon tunggal.

Informasi yang diterima Lingkarbanten.com, kedua calon kades yang meninggal itu yakni atas nama Safudin dari Desa Lempuyang, Kecamatan Tanara dan Wiria Hamdi dari Desa Kopo, Kecamatan Kopo.

“Hari ini kita sedang berduka karena ada calon kades meninggal dunia atas nama H Wiria Hamdi yang merupakan calon nomor urut 1 di Kopo, satu lagi di Tanara di Desa Lempuyang,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang Tubagus Entus Mahmud Sahiri usai mengikuti Rapat Evaluasi Persiapan Pilkades Serentak di Halaman kantor Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Serang, Jumat (23/7/2021).

Informasi yang diterima Entus, yang calon Kades Kopo meninggal karena sakit. Namun, Entus belum menerima informasi pasti terkait jenis penyakit yang diderita calon kades tersebut.

Advertisement

“Yang pasti informasi dari Pak Camat yang bersangkutan sudah vaksin,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang Rudi Suhartanto membenarkan, adanya dua calon kades di dua desa yang meninggal dunia di Desa Lempuyang, Kecamatan Tanara dan Desa Kopo, Kecamatan Kopo. Kata Rudi, di dua desa itu hanya diikuti dua calon kades, sehingga di dua desa berpeluang hanya calon tunggal.

“Yang di Kopo itu calon lainnya istrinya,” ungkapnya.

Atas kabar itu, sambung Rudi, pihaknya akan mengikuti regulasi mekanisme pelaksanaan Pilkades di dua desa tersebut dengan satu calon.

“Terus terang saja ini tidak pernah terprediksi oleh semua pihak (ada calon meninggal dan hanya diikuti dua calon-red), termasuk kawan-kawan di pusat. Ini pertama kali terjadi mewakili nasional. Saya juga kerja di pemda 32 tahun baru ini calon bersangkutan meninggal dan kebetulan di desa itu calonnya cuman dua orang, susah,” katanya.

Rudi mengaku, pihaknya sudah membuka aturan di Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) dan Undang-undang tetapi tidak ada yang mengatur secara spesifik atas kondisi tersebut, begitu pun di peraturan daerah (perda).

“Tapi di perbup (peraturan bupati) ketika calon bakal sudah berubah menjadi calon dan meninggal maka perlakuannya sama dengan calon mengundurkan diri,” terangnya.

Lantaran itu, dipastikan Rudi, Pilkades tetap dilaksanakan dengan surat suara untuk dua calon dengan penghitungan suara yang meninggal atau mengundurkan diri. Disinggung soal lawan calon dipastikan menang mutlak, Rudi enggan berkomentar.

“Kita tidak boleh seperti itu,” kelitnya.

Terkait calon yang meninggal diduga meninggal akibat Covid-19, Rudi mengaku belum bisa memberikan kepastian lantaran belum menerima konfirmasi. Yang pasti, kata Rudi, sudah ada perintah untuk vaksin semua calon kades. Informasi yang diterima Rudi, saat ini sudah 80 persen calon kadesdivaksin.

“Belum ada konfirmasi apakah yang menninggal itu Covid atau bukan,” pungkas pejabat berkumis tebal murah senyum itu. (zai)

Back to top button