Peristiwa

Dua Petugas Satpol PP Terjaring Razia Open BO Disorot Walikota

TANGERANG,LB– Terjaringnya dua petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang saat razia praktik prostitusi Open Booking Online (Open BO) atau Buka Pemesanan Online pada Jumat (22/10/2021) mendapat perhatian serius Walikota Tangerang Arief R Wismansyah yang menilai, adanya indikasi pelanggaran dan akan memberikan sanksi tegas.

Informasi yang diterima Lingkar Banten, kedua petugas Satpol PP itu terjaring razia diawali adanya kegiatan Razia Penyakit Masyarakat (Pekat) yang digelar Satpol PP Kota Tangerang pada Jumat (22/10/2021). Petugass menyasar tempat kosan-kosan di wilayah Kecamatan Periuk dan berhasil menciduk sedikitnya 12 orang. Dua di antaranya petugas Satpol PP yang pengakuannya sedang menyamar sebagai pelanggan wanita Pekerja Seks Komersil (PSK) jalur online.

Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Satpol PP Kota Tangerang Agus Hendra yang mengaku, jika kedua anggotanya yang terjaring razia pekat sedang dalam tugas penyamaran untuk memastikan modus prostitusi yang dilakukan secara online oleh para PSK. Agus membantah, kedua anggotanya sampai melakukan hubungan badan dengan para PSK open BO tersebut.

Pihaknya juga, kelit Agus, melakukan razia pekat atas dasar laporan warga yang sudah diresahkan dengan praktik prostitusi yang dekat dengan pemukiman warga.

Advertisement

Hal senada diutarakan Kepala Bagian (Kabag) Protokol dan Komunikasi Dinas Satpol PP Kota Tangerang Buceu Gartina yang berkilah, jika kedua anggotanya yang terjarin razia sedang menyamar menjadi pelanggan wanita PSK open BO. “Iya lagi menyamar itu (anggotanya-red,” kilah Buceu saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Menanggapi itu, Walikota Tangerang Arief R Wismansyah memaastikan, pihaknya sudah memeriksa kedua petugas Satpol PP oleh Inspektorat Kota Tangerang.

“Lagi saya suruh periksa sama Inspektorat. Saya enggak mau subjektif, saya suruh Inspektorat periksa,” tegas Arief kepada awak media di halaman Pemkot Tangerang, Kamis (28/10/2021).

Arif mengaku, pihaknya saat ini sedang menunggu hasil pemeriksaan agar dapat melihat secara utuh kasus tersebut. Jika ditemukan pelanggaran, Arief tidak akan segan-segan memberikan sanksi sesuai aturan.

“Kalau terbukti (berhubungan badan atau tidak sedang menyamar-red), ya ada sanksinya. Semua kesalahan ada ketentuannya. Jadi, kita berpedoman pada itu (aturan-red),” ancamnya. (Eky Fajrin/zai)

Back to top button