Hukrim

Dua Remaja Putri Diduga Alami Pelecehan Seksual, Pelaku Masih Bebas

TANGERANG, LB– Dua remaja putri berinisial A (15) dan R (16) dilaporkan mengalami pelecehan seksual oleh seorang pria berinisial Sf. Hal itu dilakukan pelaku di rumahnya dengan modus mentransfer ilmu lewat cara mandi kembang dan korban diimingi uang sebesar Rp50 ribu.

Sf dikenal sebagai pengajar agama di Majlis An-Nashir, Jalan Sekretaris RT/RW 002/003 Kelurahan Cipete, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Sedangkan kedua korban merupakan mantan santrinya.

Berdasarkan laporan yang diajukan ke Polres Metro Tangerang Kota, pelaku melakukan pelecehan seksual kepada korban berinisal A (15) modusnya diawali meminta korban mengantarkannya ke bank. Setelah itu keduanya singgah ke rumah pelaku. Dari situ pelaku melancarkan aksinya dengan mengajak korban masuk ke kamar dan memaksa korban melepas baju hingga menggerayanginya.

Sementara korban R (16) mengalami pelecehan seksual dari pelaku dengan modus akan mentransfer ilmu kebatinan lewat mandi kembang. Namun, prosesi mandi kembang dilakukan tanpa busana, dan dari situ pelaku melancarkan aksi pelecehannya kepada korban.

Advertisement

Firmansyah, Paman Korban membenarkan peristiwa memalukan tersebut. Katanya, kejadian itu berlangsung pada April 2021.

“Jadi kata ponakan saya, dia datang sendiri ke rumah dia (terlapor-red), lalu diminta buka baju, kemudian dicumbu dan diminta memegang kemaluannya,” bebernya kepada wartawan, Senin (1/11/2021).

Satu korban lainnya, lanjut Firmansyah, pelaku menggunakan modus transfer ilmu dengan mandi kembang tanpa busana, lalu diiming-imingi akan diberi uang Rp50 ribu.

“Pas tanpa busana itu dipegang-pegang tubuhnya,” jelasnya.

Kejadian ini, kata Firman, membuat ponakannya trauma. Apalagi sosok Sf merupakan seorang guru agama yang dipercaya oleh dua orang korban. Atas pengakuan korban, Firmansyah pun membuat laporan kepada pihak kepolisian terhitung sejak Agustus 2021.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kompol Abdul Rachim mengatakan, pihaknya segera memanggil terlapor.

“Hari ini penyidik menunggu kehadiran saksi terlapor. Kalau tidak hadir, maka segera dilakukan gelar kasus,” ancamnya. (Eky Fajrin/zai)

Back to top button