HeadlineNews

Fantastis, Tagihan Layanan Perumdam TKR Tangerang Capai Rp6,9 Juta

TANGERANG, LB– Warga RT03/13 Perumahan Serpong Park Cluster Emerald, Jelupang, Serpong Utara, Tangerang Selatan (Tangsel) dikagetkan dengan tagihan layanan air Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kerta Raharja (TKR) Tangerang yang membengkak hingga jutaan rupiah. Kejadian itu dialami sejumlah pelanggan, bahkan ada yang mengalami tagihan bulanan dengan nilai fantastis mencapai Rp6,9 juta.

Andriansyah, salah satu warga Perumahan Serpong Park Cluster Emerald, Jelupang, Serpong Utara, Tangsel mengaku mendapat informasi terjadinya pembengkakan biaya tagihan pemakaian air oleh Perumdam TKR Tangerang kepada pelanggan. Hal itu pun direspon langsung pelanggan dengan melayangkan surat keluhan elektronik kepada pihak Perumdam pada 4 Maret 2021 lalu.

Beberapa hari kemudian, kata Andriansyah, pada 8 Maret 2021 dari Divisi Pelayanan Pelanggan Perumdam TKR membalas surat elektronik yang dikirimkan pelanggan berisi permohonan maaf atas pelayanan dan akan menindaklanjuti laporan tersebut.

Hal serupa kembali mencuat soal pembengkakan biaya tagihan dari pihak Perumdam kepada warga dengan nilai beragam pada Agustus 2021.

Advertisement

“Bahkan ada salah seorang warga yang mengalami tagihan sampai Rp6,9 juta. Padahal biasanya hanya Rp30 ribuan. Lalu warga kembali melayangkan protes ke kantor Perumdam, akhirnya ada koreksi biaya tagihan,” ungkap Andriansyah kepada wartawan di kediamannya, Jumat (8/10/2021).

Kata Andriansyah, warga menolak membayar tagihan pada periode penagihan Maret 2021 saat itu, karena tidak diperkuat dengan bukti pendukung yang jelas. Tidak hanya itu, kata Andriansyah, warga juga kembali mengeluhkan soal penurunan tekanan air selama sudah dua tahun terakhir, terutama pada puncak pemakaian air mulai pukul 06.00 sampai pukul 20.00 WIB. Katanya, aliran air tidak kuat mengisi toren air warga dalam rentang waktu tersebut.

Kendati jalur keluhan warga sudah ditempuh sesuai prosedur, kata Andriansyah, pihak Perumdam TKR Tangerang tak kunjung menindaklanjuti keluhan warga tersebut sampai saat ini. Andriansyah mengaku, sudah lelah dan sabar menunggu kejelasan dari pihak Perumdam.

“Kami sudah lelah begadang menunggu air malam hari, sudah dua tahun dan dua kali lebaran begini. Kami nilai PDAM tidak memiliki niat baik untuk perbaikan. Padahal, Perumdam TKR seyogyanya dapat memenuhi SPM (Standar Minimum Pelayanan),” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Perumdam TKR Tangerag Ahmad Rizal saat dikonfirmasi wartawan menyarankan pelanggan yang tidak terlayani dengan baik untuk menghubungi layanan pelanggan di nomor 08111 622767.

“Pelanggan bersangkutan silakan menyampaikan informasi ke kontak center dengan menyampaikan nomor sambungan langganan dan foto water meter terakhir,” kelitnya. (Eky Fajrin/zai)

Back to top button