Agama

FKDT Banten: Sterilkan Penyuluh Agama Terindikasi Radikal

SERANG, LB– Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Banten meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Serang segera melakukan upaya bersama mensterilisasi para petugas penyuluh agama yang terindikasi paham radikalisme.

Diberitakan sebelumnya, Tim Enumerator Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan hasil pemetaan penyuluh agama honorer se-Kabupaten Serang. Hasilnya, sebanyak 40 persen dari total 232 penyuluh agama Islam di Kabupaten Serang terindikasi faham radikalisme.

Menanggapi hal itu, Ketua FKPT Banten Amas Tajudin mengatakan, para petugas penyuluh agama honorer yang terindikasi terpapar paham radikalisme harus segera dinonaktifkan dari tugasnya sebagai penyuluh agama. Jika ada yang berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) agar segera dikembalikan ke unit kerjanya untuk dilakukan pembinaan sesuai aturan.

“Kami minta Pemkab dan Kemenag segera melakukan upaya bersama mensterilkan penyuluh agama yang terindikasi paham radikal,” ujar Amas kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa, (2/11/2021).

Advertisement

Apabila ada petugas penyuluh agama yang melanggar dan tidak patuh terhadap undang-undang, Amas menyarankan agar diberikan sanksi tegas. Menurutnya, petugas penyuluh sudah sampai melakukan tindakan makar pada Negara bisa masuk undang-undang terorisme.

“Penyuluh ada yang dari ASN dan nonASN, semua ada aturannya. Kalau terpapar terorisme, tentu ada sanksi, mulai dari pembinaan sampai penegakkan hukum,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, paham keagamaan di wilayah Kabupaten Serang didominasi masyarakat yang sangat kuat terhadap keyakinan syariat. Namun, bukan berarti menjadi kaum fundamentalis.

“Kalau misalkan mereka kuat terhadap keyakinan keagamaannya, jangan diartikan bahwa sebagai kaum fundamentalis,” kata Pandji Tirtayasa saat diwawancarai di ruang kerjanya.

Kendati demikian, lanjut Pandji, pihaknya segera melakukan pendekatan keagamaan terhadap penyuluh agama yang terindikasi paham radikalisme, melibatkan pondok pesantren (ponpes) dan Kemenag Kabupaten Serang untuk diberikan pencerahan tentang paham wawasan kebangsaan.

“Itu menjadi kewajiban kami untuk segera mengkonsolidasikan. Kita juga akan undang untuk diadakan evaluasi dan pencerahan tentang paham kebangsaan dan nasionalisme,” pungkasnya. (Muhammad Uqel Assathir/zai)

Back to top button