News

Geger Muncul Kerajaan di Pandeglang, Camat dan Kapolres Bereaksi

PANDEGLANG, LBC– Usai digegerkan kemunculan kerajaan bernama Angling Dharma di Kecamatan Mandalawangi, Pandeglang, tepatnya di Kampung Salangari, RT 002/001, Desa Pandat dan viral di pemberitaan nasional dan media sosial (medsos), Camat Mandalawangi dan Kapolres Pandeglang langsung bereaksi.

Camat Mandalawangi Yamin Bun Yamin bersama Kapolsek Mandalawangi Ajun Komisaris Polisi (AKP) Totok Warsito langsung melakukan pertemuan dengan Aki Jamil yang disebut-sebut sebaai juru bicara dari sang raja Kerajaan Angling Dharma yang dikenal dengan sebutan Baginda Sultan Iskandar Jamaluddin Firdaus di kediamannya, Kecamatan Mandalawangi, Pandeglang, Rabu (22/9/2021).

Usai pertemuan dengan Aki Jamil, Camat Mandalawangi Yamin Bun Yamin kepada wartawan mengungkapkan bahwa pria yang mengaku sebagai Baginda Sultan di Kerajaan tersebut memiliki nama asli Iskandar Jamaluddin Firdaus dan sudah lama menetap di Kecamatan Mandalawangi. Namun, pengakuan Aki Jamil, Sang Baginda Sultan jarang berkomunikasi dengan masyarakat sekitar. Selain itu, sepengetahuan Aki Jamil, Baginda Sultan memiliki rumah tidak hanya satu.

“Berdasarkan Informasinya, Baginda Sultan ini sudah menetap di Mandalawangi dari tahun 1980. Dan rumahnya di Mandalawangi memang banyak,” ungkapnya.

Advertisement

Saat ditanya tentang isi bahasan pertemuan antara Kapolsek dengan juru bicara Baginda, Bun Yamin mengaku bahwa dia dan Kapolsek meminta agar ketenaran sang Baginda bisa menjaga kondusivitas daerah.

“Kami menyampaikan agar tetap kondusif, tidak terjadi masalah atau hal yang tidak diinginkan. Masyarakat juga sudah pada tahu, badan warga juga biasa-biasa saja. Warga dan dia tidak ada masalah,” tegasnya.

Terkait itu, Aki Jamil yang ditanya wartawan memastikan, meskipun Baginda Sultan memiliki gelar Raja Baginda Angling Darma, tetapi tidak memiliki kerajaan sungguhan. Selain itu juga, kata Aki Jamil, Baginda Sultan juga tetap menjadi warga negara yang baik, bukan untuk mendirikan kerajaan.

“Baginda sudah tinggal lama di Mandalawangi dari tahun 1980. Beliau orangnya peduli dengan masyarakat kurang mampu,” tegasnya.

Terkait itu, Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlansyah menegaskan jika isu adanya kerajaan di Kecamatan Mandalawangi Itu tidak benar alias hoax. Belny memastikan, jika itu bukan sebuah kerajaan. Berdasarkan hasil pendalaman Polres Pandeglang tentang

dugaan adanya kerajaan Angling Dharma itu, kata Belny, di lokasi itu hanyalah seorang pemilik hanya ornamen-ornamen berbentuk bangunan kerajaan seperti daerah lainnya.

Belny juga menyakinkan jika Angling Dharma di Kecamatan Mandalawangi bukanlah sebuah kerajaan atau kerajaan layaknya kerajaan-kerajaan yang viral sebelumnya di daerah lain.

“Perlu disampaikan ke masyarakat umum bahwa ini bukan sebuah kerajaan yang ada di Pandeglang, tapi itu hanya sebuah simbol. Yang mana pria yang biasa dipanggil Baginda tersebut, menyukai corak-corak berlambang raja,” tegasnya lagi.

Berdasarkan dari penyelidikan, lanjut Belny, Angling Dharma hanya mengklaim membantu masyarakat yang sedang susah.

“Dia (Baginda-red), sejauh ini kegiatannya bersifat sosial, hanya membantu masyarakat yang susah. Mulai dari membangunkan rumah layak huni sampai memberi santunan kepada anak yatim piatu dan para janda. Kalau untuk dananya sendiri, dia mendapatkannya dari orang yang meminta do’a kepadanya,” jelasnya.

Sejauh ini, lanjut Belny, belum ada masyarakat yang melapor dirugikan karena kegiatan-kegiatan Badinda tersebut. Untuk itu, Belny mengimbau masyarakat tidak berpikiran negatif terhadap isu atau informasi yang berkembang saat ini.

“Saya minta kepada masyarakat Pandeglang untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang beredar selama ini. Karena itu bisa membuat kegaduhan,” pintanya.

Sebelumnya, warga Pandeglang digegerkan dengan kemunculan sebuah Kerajaan bernama Kerajaan Angling Darma di Kampung Salangari, RT 002/001, Desa Pandat, Kecamatan Mandalawangi, Pandeglang, Rabu (22/9/2021). Bahkan, salah seorang pria mengaku-ngaku sebagai pimpinan kerajaan yang disapa Baginda Sultan Iskandar Jamaludin Firdaus dan mempunyai ajudan yang diketahui bernama Aki Jamil.

Kabarnya, sang pemimpin kerajaan suka membedah rumah warga di sekitarnya. Disebutkan sudah 35 rumah yang dibedah Baginda Sultan di tiga kecamatan wilayah Pandeglang. Yakni di Kecamatan Mandalawangi, Menes, dan Kecamatan Pagelaran yang sudah dibantunya sejak 2017.

Baginda Sultan Iskandar diketahui anak pasangan Mama Kiyai H Umar Khusaen dan Tatu Ningrum, warga Kampung Tenjo, Desa Sirna Galih, Kecamatan Mandalawangi. Ajudan Baginda Sultan, yakni Aki Jamil kepada wartawan mengatakan, penobatan gelar raja kepada Baginda Sultan Iskandar Jamaludin Firdaus berasal dari mimpi atau diangkat sebagai raja seccara gaib.

“Bukan keingininan baginda, bukan keinginan masyarakat, itu ada dari sananya. Dohirnya memang ada dari sananya. Bukan sesekali menobatkan diri, tapi memang bukti ada dari sananya,” aku Aki Jamil, Selasa (21/9/2021). (M Hafidz Faturohman/zai)

Back to top button