DesaHukrim

Hari Pertama di Lapas, Pinangki Bersih-Bersih Sel dan Lingkungan

TANGERANG, LBC- Aktivitas hari pertama warga binaan, termasuk mantan Jaksa, yakni Pinangki Sirna Malasari di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tangerang diisi dengan kegiatan bersih-bersih sel dan lingkungan.

Hal itu diungkapkan Kasie Pembinaan LP Kelas II-A Tangerang Herti Hartati di ruang kerjanya, Selasa (3/8).

Informasi yang diterima lingkarbanten.com, terpidana kasus fatwa bebas Djoko Tjandra itu menjalani masa karantina awal selama dua minggu. Namun diwajibkan untuk melakukan aktivitas bersih-bersih di dalam sel dan diluar.

“Saat ini aktivitas Pinangki yaitu bersih-bersih lingkungan, wajib. Selain lingkungan di luar, juga lingkungan kamar. Dari sekarang sudah dibolehkan bersih-bersih tetapi kalau untuk kebersihan, bisa keluar,” ungkapnya.

Advertisement

Kata Herti, warga binaan baru akan diberikan pengenalan peraturan lebih dulu oleh petugas, selain diberikan informasi kegiatan serta jajaran struktural di Lapas. Pengenalan itu, dijelaskan Herti, artinya dia akan diperkenalkan dengan peraturan tata tertibnya, selain dikenalkan dengan beberapa tingkatan, seperti Kepala Lapas, Kasie Lapas, Kasubsi Lapas, hingga Staf Lapas.

“Selain itu diperkenalkan juga apa saja kegiatan-kegiatan di Lapas yang harus diikuti warga binaan. Disampaikan juga hak dan kewajibannya selama menjadi warga Lapas di Kelas IIA Tangerang,” terangnya.

Terkait waktu jenguk, sambung Herti, bagi warga binaan baru bisa dijenguk keluarga setelah dua pecan menjalani masa tahanan. Namun demikian, lanjut Herti, saat ini Lapas Tangeranag yang dihuni 422 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) masih memberlakukan lockdown yang meniadakan kunjungan keluarga WBP.

“Untuk saat ini karena kami enggak membuka kunjungan selama pandemi. Kami kunjungannya secara temu sama. Jadi WBP-nya di dalam jendela, pengunjungnya di luar. Jadi bicaranya lewat telepon, lewat interkom. Mereka lebih dulu mendaftar, namun selama sebulan lockdown ini tidak ada kunjungan,” katanya.

Kata Herti, kebijakan itu diambil setelah sebelumnya 65 warga binaan sempat terpapar Covid-19. Saat ini hanya ada 10 orang yang masih menjalani isolasi atau perawatan.

“Untuk saat ini sisa 10, semoga tidak bertambah ya!. Sebelumnya mencapai 65 orang. Tapi alhamdulillah temen-temen medis kita turun langsung, dan kami turut membantu alhamdulillah berkurang 10. Insyaallah minggu depan sudah keluar dari ruang isolasi,” harapnya. (Eky Fajrin/zai)

Back to top button