Kesehatan

INACA Minta Biaya Tes PCR Penumpang Pesawat Ditinjau Ulang

TANGERANG, LB – Aturan penumpang pesawat wajib menunjukkan hasil tes polymerase chain reaction (PCR) sebagai syarat penerbangan menjadi perbincangan publik dalam beberapa hari terakhir. Selain harganya yang dinilai mahal, juga dianggap tidak adil lantaran moda transportasi lain tidak diberlakukan. Kondisi itu menjadi perhatian Indonesia National Air Carriers Association (INACA) atau Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia yang meminta pemerintah meninjau ulang.

Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja mendukung penegakkan protokol kesehatan (prokes) oleh pemerintah di dunia penerbangan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Namun, harga tes PCR yang mahal, menurut Denon, berdampak kepada industri penerbangan itu sendiri untuk bangkit.

“Jadi, saya minta pemerintah pusat meninjau kembali harga tes PCR karena masih mahal,” pinta Denon saat diwawancara wartawan di ruang kerjanya, Kota Tangerang, belum lama ini.

Apalagi, kata Denon, saat ini dunia penerbangan di tanah air sempat mengalami penurunan hingga 58 persen akibat pandemic Covid-19. Kendati demikian, pihaknya mendukung penegakkan prokes.

Advertisement

“Setiap negara mempunyai sukses story dari masing-masing karakter masyarakatnya,” terangnya.

Denon menyebut, ada negara lain mampu menerapkan tes Covid-19 untuk penerbangan dengan biaya terjangkau, hanya sekira Rp150 ribu. Oleh karena itu, Denon berharap, pemerintah Indonesia juga mampu menekan biaya tes PCR tersebut.

“Kalau di India itu Rp150 ribu. Kalau pemerintah bisa menurunkan di angka Rp200 ribu ya masuk akal,” harapnya.

Untuk menyiasati polemik itu, kata Denon, maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia seolah tidak ingin berpangku tangan. Strategi promo dilakukan untuk menarik penumpang dengan penawaran harga spesial tes PCR yaitu RP260 ribu dan Rp45 ribu untuk tes antigen.

“Promo khusus tes Covid-19 berlangsung hingga 31 Desember dan berlaku bagi seluruh penumpang domestik dan internasional, dengan periode pembelian tiket dan periode penerbangan 20 September hingga 31 Desember 2021,” ungkapnya.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan, program harga khusus tes PCR dan antigen merupakan upaya Garuda memberikan nilai tambah layanan penerbangan bagi para penumpang yang akan melaksanakan perjalanan pada masa pandemi, selain bentuk komitmen Garuda Indonesia mendukung langkah percepatan penanganan pandemi yang dilaksanakan pemerintah.

Di tengah langkah penanganan pandemi Covid-19 melalui sejumlah penyesuaian ketentuan persyaratan perjalanan, kata Irfan, promo khusus tes Covid-19 itu juga menjadi wujud komitmen perusahaan hadir memberikan kemudahan aksesibilitas layanan penerbangan bagi masyarakat yang akan merencanakan perjalanan di era kenormalan baru saat ini.

Informasi terbaru, Pemerintah RI melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan batas tertinggi untuk tarif pemeriksaan tes usap berbasis PCR menjadi Rp 275 ribu untuk wilayah di Pulau Jawa-Bali dan Rp300 ribu untuk wilayah lainnya. Penetapan ini sesuai hasil evaluasi dari perhitungan biaya pemeriksaan tes tersebut.

Direktur Jenderal Pelayanan Kemenkes RI Abdul Kadir, hasil pemeriksaan tes usap real time PCR dengan tarif tertinggi tersebut maksimal dikeluarkan 1 x 24 jam setelah tes usap dilakukan. (Eky Fajrin/zai)

Back to top button