InovasiPemerintahan

Ini Jurus-jurus Disnakertrans Kota Serang Menekan Angka Pengangguran

SERANG, LB– Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) terus berupaya menekan angka pengangguran di Kota Serang. Berbagai macam program dijalankan, salah satunya mendorong pembentukan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) menjadi sentra pelatihan keterampilan agar terbentuk wirausaha baru.

Demikian disampaikan Kepala Disnakertrans Kota Serang H M Ikbal saat berkunjung ke kantor LingkarBanten.Com untuk mengisi acara BantenPodcast di Jalan Polda, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang, beberapa waktu lalu. Diakui Ikbal, sejak pandemi Covid-19 angka pengangguran terbuka di Kota Serang meningkat.

Mengacu data Badan Pusat statistik (BPS) Provinsi Banten, tingkat pengangguran terbuka di Kota Serang mencapai 9,2 persen.

“Sampai akhir kepemimpinan Pak Walikota Syafrudin dan Pak Wakil Walikota Serang Subadri, kami menargetkan bisa turun sampai tujuh koma sekian persen,” ungkap Ikbal.

Advertisement

Upaya untuk menekan angka pengangguran itu, kata Ikbal, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya, di antaranya mendorong pembentukan LPKS sebagai sarana pelatihan keterampilan untuk masyarakat agar dapat berwirausaha, tidak mengandalkan bekerja menjadi karyawan di sebuah perusahaan.

“Dari 67 kelurahan se-Kota Serang, sudah ada 27 LPKS yang berdiri, dan sudah 11 LPKS yang terakreditasi. Ke depan, kita akan ingin dorong LPKS ada di seluruh kelurahan di Kota Serang,” katanya.

LPKS yang sudah berdiri saat ini, jelasnya, ada yang memberikan pelatihan bidang kecantikan, tata boga, dekorasi, penanganan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), dan lainnya. Dengan begitu, menurut Ikbal, ke depan masyarakat tidak perlu lagi keluar Kota Serang untuk meningkatkan keterampilan.

“Nanti bisa datang ke LPKS ini. Jadi, kita harapkan masyarakat jangan berorientasi ingin jadi pegawai atau karyawan, karena nanti bakal kecewa karena jumlahnya terbatas. Lebih baik orientasinya jadi pengusaha,” sarannya.

Selain mendorong pendirian LPKS, lanjut Ikbal, pihaknya juga memfasilitasi masyarakat yang ingin bekerja keluar negeri mengingat lapangan pekerjaan di Kota Serang terbatas. Bekerja di luar negeri, ditegaskan Ikbal, bukan bekerja sebagai asisten rumah tangga, melainkan di perusahaan.

“Jadi, kita fasilitasi PMI (Pekerja Migran Indonesia) dari Kota Serang. Kita bekerjasama dengan BP2NI (Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia). Karena pandemi, saat ini yang buka baru Polandia, sebelumnya Jepang, Arab dan negara-negara eropa lainnya,” sebutnya.

Tidak hanya itu, kata Ikbal, pihaknya juga mengupayakan agar porsi pelatihan dan bantuan dari Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI) milik pemerintah pusat untuk masyarakat Kota Serang diperbanyak, mengingat tempatnya ada di Ibu Kota Banten. Bukan hanya itu, sambung Ikbal, pihaknya juga menggelar program permagangan di perusahaan. Disebutkan Ikbal, perusahaan di Banten jumlahnya mencapai 22 ribu.

“Kita juga pernah mengadakan pelatihan developer. Dari hasil pelatihan tersebut diharapkan bisa membuka toko online, serta pelatihan tata boga kemarin juga didorong penjualannya menggunakan online,” pungkasnya. (Hendra Hermawan/zai)

Back to top button