News

Ini Kondisi Ekonomi Kota Tangerang di Kuartal III Tahun Ini!

TANGERANG, LB– Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengklaim kondisi ekonomi di Kota Tangerang mengalami peningkatan. Disebutkan, pada kuartal III 2021 kondisi ekonomi berada di posisi -0,2 atau naik dibandingkan di kuartal yang sama pada 2020 dengan posisi -6,92.

Walikota Tangerang Arief R Wismansyah menilai, penanganan pandemi Covid-19 di Kota Tangerang menyeluruh dan massif sehingga membuat perekonomian terkendali.

Dalam penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) saja, kata Arief, di Kota Tangerang sudah berada pada level 1 dengan berbagai kelonggaran.

Seiring terus melandainya kasus Covid-19 di Kota Tangerang, kata Arief, sejumlah program pemulihan ekonomi pun digulirkan. Saat ini, diungkapkan Arief, pergerakan ekonomi terus menunjukkan grafik positif pada kuartal III tahun 2021.

Advertisement

“Pada kuartal III 2021 ini, kondisi ekonomi berada di posisi – 0,2, naik dibanding kuartal III tahun 2020 yang kondisinya -6,92,” ungkap Arief kepada awak media kemarin.

Atas pemulihan ekonomi itu, Arief pun meminta semua jajaran di lingkungan Pemkot Tangerang bekerja keras dan menjaga kondisi yang sudah terkendali dengan optimal.

“Tracing dan testing tetap harus dilakukan. Harus kita dorong bersama agar kondisinya semakin membaik pada kuartal I tahun 2022,” ujarnya.

Untuk menjaga stabilitas ekonomi, politisi Partai Demokrat ini juga meminta seluruh jajaran Pemkot Tangerang waspada dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan kasus Covid-19. Itu mengacu perkembangan kasus Covid-19 di sejumlah daerah beberapa waktu terakhir.

“Terus sosialisasikan kepada masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan,” intruksinya.

Lebih jauh Arief mengharapkan, dengan situasi aman dan terkendali saat ini para investor bisa hadir di Kota Tangerang.

Terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang Dedi Suhada menambahkan, pihaknya terus menggalakkan beragam kemudahan dalam mengurus perizinan.

Salah satunya, kata Dedi, pihaknya sudah melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sosialisasi Kemudahan Berusaha Bagi Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Selain itu, mendorong sektor kesehatan guna menyosialisasikan kebijakan Pemerintah Pusat terkait Online Single Submision Risk Based Approach (OSS RBA) atau perizinan berusaha berbasis resiko untuk mempermudah pelaku usaha dalam proses permohonan perizinan.

Katanya, semua permohonan perizinan dapat diajukan secara daring untuk memberikan kemudahan. Menurutnya, UMKM di tengah pandemi Covid-19 menjadi salah satu solusi dalam rangka pemulihan ekonomi.

“Oleh karena itu, Pemerintah Pusat maupun daerah terus memberikan peluang bagi pelaku usaha agar usaha yang dibangun bisa lebih berkembang,” pungkasnya. (Eky Fajrin/zai)

Back to top button