Sosial Budaya

Jaga Kelestarian Seni Ubrug di Banten, Sanggar Giri Muda Gelar Festival

SERANG, LB– Untuk menjaga kelestarian Seni Ubrug di Banten, Sanggar Ubrug Giri Muda dari Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang menyelenggarakan Festival Seni Ubrug Banten.

Sebelum diumumkan, dilaksanakan proses penilaian peserta Festival oleh tiga dewan pengamat dari 1 sampai 3 November 2021 secara daring. Setelah itu, diumumkan penyaji terpilih melalui live streeming yang merupakan puncak acara di Gedung KPRI Sederajat, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Sabtu (6/11/2021).

Acara melibatkan dewan pengamat, antara lain Kabid Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Beni Kusnandar, Ketua Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP Untirta Suhaya, Ketua DKC Cimahi Jawa Barat/Seniman Teater tradisional/Wartawan Hermana.

Pimpinan Sanggar Ubrug Giri Mud Desa Cilayang, Kecamatan Cikeusal Undi mengatakan, dari sejak 2015 grup sanggarnya sudah aktif manggung dari panggung hajatan ke panggung lainnya.

Advertisement

Bahkan, pernah mewakili Banten pada acara Pekan Teater Nasional di Samarinda, Kalimantan Timur yang diselenggarapan Direktorat Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) pada 2019.

Sebelum pelaksanaan Festival, kata Undi, pihaknya juga melaksanakan kegiatan Workshop Nandong dalam Seni Pertunjukan Ubrug pada 29-30 September 2021. Acara menghadirkan dua pemateri, yaitu Yadi Ahyadi dari Bantenologi dan Suhaya dari Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP Untirta.

Tema yang diangkat dalam kegiatan, yakni proses upaya pemajuan Seni Ubrug Banten dalam konteks kekinian.

“Semoga spririt tema ini mampu memberikan serangan balik pada perkembangan zaman yang semakin pesat dan canggih,” harap keponakan Tokoh Seni Kecamatan Cikeusal Rasim itu dalam rilis yang diterima Lingkar Banten, kemarin.

Melalui kegiatan Festival, Undi berharap, dapat memberikan daya tarik bagi generasi muda untuk mau mempelajari dan mengembangkan seni budaya tersebut, sehingga bisa dikenal lebih luas, selain mencegah kepunahan.

Tujuan lainnya, kata Undi, kegiatan sebagai proses mempertahankan dan mengembangkan seni yang digelutinya itu, serta memunculkan regenerasi.

Selain itu juga, diharapkan menemukan sebuah formula pertunjukan Seni Ubrug yang memiliki daya tarik bagi generasi muda dan masyarakat pada umumnya, serta menemukan formula Seni Ubrug yang bisa dengan mudah dipelajari.

Kegiatan, lanjut Undi, terselenggara berkat dukungan Dirjen Kemendikbud RI melalui program Fasilitasi Bidang Kebudayaan (FBK) Kemendikbudristek RI 2021.

Selain mendapatkan dukungan dari Dirjen Kebudayaan, kegiatan juga terselenggara berkat kerja sama Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP Untirta dan Dindikbud Kabupaten Serang.

“Semoga Festival Seni Ubrug ini mampu lebih berkembang ke kancah lebih luas dan mampu mengangkat gengsi Seni Ubrug menjadi lebih dipandang sebagai kesenian adiluhung,” harapnya. (zai)

Back to top button