InovasiPemerintahan

Kecamatan Kasemen, Kota Serang Rawan Orang Asing Ilegal

Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Deportasi warga Cina dan Bangladesh

SERANG, LB– Kecamatan Kasemen di Kota Serang dinilai sebagai wilayah rawan orang asing ilegal, karena terdapat pelabuhan dan pantai. Demikian disampaikan Walikota Serang Syafrudin saat menghadiri acara pembentukan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) oleh Kantor Imigrasi Kelas I Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Serang di Hotel Ledian, Kota Serang, Selasa (12/10/2021).

Kata Syafrudin, sesuai perkembangan zaman orang asing banyak yang masuk ke Indonesia, terutama ke Bali. Namun, dipastikan Syafrudin, belum banyak orang asing yang masuk ke Kota Serang.

“Tapi ada salah satu daerah rawan orang asing yaitu di Kasemen (Kecamatan Kasemen-red), karena di sana ada pelabuhan dan pantai,” ungkap Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Banten itu.

Lantaran itu, Syafrudin mengapresiasi pembentukan Timpora oleh Kantor Imigrasi Non TPI Serang, karena baru kali ini ada di Kota Serang, dimana tugasnya dalam rangka mencegah terjadi tindakan kejahatan oleh orang asing, seperti terlibat terorisme dan peredaran narkoba.

Advertisement

“Kalau tujuannya bagus (kedatangan orang asing-red), persyaratannya lengkap, perizinan yang lengkap, itu tidak dilarang,” tegas mantan Camat Cipocokjaya tersebut.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Serang Victor Manurung mengatakan, sejak 15 September 2021 orang asing sudah boleh masuk. Sebelumnya dilarang karena ada lockdown. Victor menjelaskan, orang asing yang resmi masuk melalui tempat pemeriksaan, seperti imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta, bisa di Merak, Medan, Ngurah Rai, atau lainnya.

Sementara orang asing illegal, sambung Victor, yang tidak memiliki paspor, tidak melalui pemeriksaan imigrasi.

“Seperti ada daerah pantai kalau ada yang masuk, orang itu illegal. Misalnya pengungsi yang datang. Kalau orang asing masuk imigrasi jelas punya paspor dan punya visa,” jelasnya.

Lantaran itu, kata Viktor, pihaknya membentuk Timpora untuk melakukan pengawasan terhadap orang asing. Anggota Timpora berjumlah 30 orang.

“Besok akan mulai melakukan operasi di beberapa tempat. Pihaknya juga menerima aduan dari masyarakat, baik lewat online ataupun bisa langsung ke kantornya,” ungkapnya.

Selama pandemi Covid-19, diakui Victor, pihaknya sudah mendeportasi satu warga negara Cina eks warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Serang, serta satu warga negara Bangladesh karena overstay.

“Sementara satu warga negara Cina menunggu proses deportasi dikarenakan sebelumnya terpapar Covid,” bebernya. (Hendra Hermawan/zai)

Back to top button