Kesehatan

Kejar Percepatan Vaksinasi Pelajar SMP, Dinkes Jemput Bola ke Sekolah

SERANG, LBC – Setelah menyelesaikan program vaksinasi terhadap tenaga pendidik SD dan SMP, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang kini melakukan percepatan vaksinasi pelajar SMP dengan cara jemput bola ke sekolah-sekolah. Targetnya mencapai 20.000 pelajar.

Kepala Dinkes Kabupaten Serang drg Agus Sukmayadi mengatakan, pihaknya sudah menyelesaikan vaksinasi tenaga pendidik SD dan SMP di Kabupaten Serang, kecuali yang berhalangan sebanyak 12.000 orang. Saat ini, sambung Agus, pihaknya sedang fokus melakukan vaksinasi terhadap pelajar SMP.

“Sudah sekitar 4.000 (pelajar SMP-red) dari total 20.000 pelajar sudah divaksin. Kalau pelajar ini usianya harus di atas 12 tahun,” ungkap Agus saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon seluler, Senin (23/8/2021).

Kata Agus, vaksinasi pelajar SMP dilaksanakan di puskesmas dan kunjungan ke sekolah. Agus menargetkan, vaksinasi untuk pelajar SMP tersebut selesai akhir Agustus.

Advertisement

“Karena menunggu mereka datang ke puskesmas kan lambat. Makanya kita coba lakukan percepatan melalui kunjungan ke sekolah bekerjasama dengan dinas pendidikan (menyebut Dindikbud-red). Jadi, pihak guru yang menghadirkan siswanya ke sekolah,” terangnya.

Namun, diakui Agus, pihaknya dalam melaksanakan vaksinasi bagi pelajar SMP masih menemui kendala di lapangan. Yakni, beberapa siswa menolak divaksin dengan alasan tidak mendapatkan izin orangtua. Menurut Agus, ada beberapa faktor penyebab pelajar enggan divaksin. Di antaranya dimungkinkan trauma terhadap suntikan, selain mereka sudah mendapat informasi yang tidak benar alias hoax.

“Nanti kita akan coba melakukan pendekatan melalui tokoh masyarakat, tokoh agama, dengan dinas pendidikan, ” imbuhnya.

Dihubungi terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) SMP Dindikbud Kabupaten Serang Aat Supriyadi mengatakan, alur koordinasi pelaksanaan vaksinasi dimulai dari Satgas Percepatan penanganan Covid-19 tingkat kabupaten sampai tingkat kecamatan hingga ke sekolah-sekolah. Dari situ, kata Aat, terkoneksi beberapa instansi pemerintahan, termasuk Dindikbud. Selama ini, sambung Aat, pihaknya support penyediaan data jumlah tenaga pendidik dan kependidikan, serta pelajar se-Kabupaten Serang untuk diserahkan kepada Dinkes Kabupaten Serang.

“Ya kami sangat mendukung vaksinasi pelajar jemput bola ke sekolah untuk keselamatan kita semua. Virus kan bisa dilawan dengan prokes (protokol kesehatan) dan meningkatkan anti bodi dengan vaksin,” terangnya.

Aat berharap, program vaksinasi pelajar SMP berjalan lancar dan bisa diikuti seluruh pelajar SMP se-Kabupaten Serang sehingga proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) kembali normal. Meskipun beberapa siswa enggak divaksin dengan alasan belum mendapat izin orangtua, Aat memastikan, pihaknya tidak akan membeda-bedakan dan semuanya dapat mengikuti proses belajar.

“Bertahap edukasinya, dan tentunya ini tidak lepas dari dukungan orangtua serta pihak-pihak terkait, seperti puskesmas maupun masyarakat,” pungkasnya. (Roy/zai)

Back to top button