Kesehatan

Kejar Target Vaksinasi Disabilitas, PKM Waringinkurung Door to Door

SERANG, LBC- Untuk mengejar target vaksinasi penyandang disabilitas di Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, UPT Puskesmas Waringinkurung berinisiatif melakukan vaksinasi secara door to door. Didampingi Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK), proses vaksinasi berjalan lancar dan mendapat pengertian dari keluarga sasaran.

Kepala UPT Puskesmas Waringinkurung dr Ina Azani mengungkapkan, kegiatan vaksinasi penyandang disabilitasi di Kecamatan Waringinkurung sasarannya 75 orang. Katanya, vaksinasi akan dilaksanakan selama satu bulan karena berbarengan dengan vaksinasi masyarakat dan pelajar.

“Sampai Senin (16/8/2021), sudah tujuh penyandang disablitas divaksin. Kami menggunakan vaksin jenis sinopharm,” ungkap Ina kepada lingkarbanten.com melalui sambungan telepon seluler, Rabu (18/8/2021).

Ina tidak memungkiri, pihaknya menemui beberapa kendala saat melakukan vaksinasi terhadap penyandang disabilitas, termasuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Advertisement

“Disabilitas ini lebih sulit untuk diminta datang ke puskesmas. Jadi, akhirnya saya turunkan tenaga medis untuk melakukan vaksin secara door to door menggunakan mobil ambulans puskesmas,”  ujarnya.

Senada disampaikan TKSK Waringinkurung Mufasil yang mendampingi tim medis dari Puskesmas Waringinkurung untuk melakukan vaksin terhadap penyandang disabilitas secara door to door. Pihaknya sudah mengunjungi beberapa kediaman penyandang disabilitas, termasuk ODGJ di Desa Sambilawang dan Sasahan.

“Karena sulit melakukan vaksin terhadap disabilitas, makanya kami berinsiatif door to door,” katanya.

Menurut Mufasil, kelompok penyandang disabilitas rentan terdampak Covid-19. Lantaran itu, pihaknya terus berupaya memberikan mereka bantuan sosial selain mengupayakan akselerasi program vaksinasi. Diungkapkan Mufasil, target vaksinasi penyandang distabiltas di Kecamatan Waringikurung tersebar di 11 desa. 

Mufasil berharap, partisipasi dan kesadaran masyarakat terus meningkat ke depannya tentang vaksin untuk membentuk herd immunity (kekebalan kelompok).

“Kendala di lapangan ini karean kurang pemahaman saja soal vaksinasi, apalagi disabilitas.

Makanya, begitu tiba di rumah disabbilitas, kita beri edukasi dulu yang memakan waktu 15 menit,” ujarnya.

Mufasil berharap, lintas sektor dan masyarakat aktif memberikan informasi mengenai vaksinasi Covid-19 secara komprehensif dan kesinambungan kepada penyandang distabilitas.

“Jangan takut divaksin, jangan percaya hoax, lakukan 3M dan ikuti protokol kesehatan,” imbaunya. (zai)

Back to top button