Hukrim

Kejari Tangerang Periksa 10 Saksi Terkait Pungli Bansos

TANGERANG, LBC – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang sudah melakukan pemeriksaan terhadap sepuluh orang terkait adanya dugaan penyimpangan dan pungutan liar (pungli) dana bantuan sosial (bansos).

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Kota Tangerang R Bayu Probo Sutopo mengatakan, pihaknya sampai saat ini belum menetapkan satu pun sebagai tersangka kasus dugaan pungli bansos. Namun demikian, kata Bayu, pihaknya sudah menindaklanjuti temuan adanya dugaan praktik pungli dari hasil sidak yang dilakukan Menteri Sosial (Mensos) RI Tri Rismaharani di Karang Tengah, Kota Tangerang pada 28 Juli 2021 lalu, dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi di lapangan.

“Lumayan banyak saksi yang sudah diperiksa, kurang lebih 10 orang,” ungkap Bayu kepada wartawan, Kamis (5/8/2021).

Disebutksan Bayu, puluhan saksi terkait praktik pungli bansos diambil sampelnya dari E-Warong, lalu dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dari Bantuan Sosial Tunai (BST), hingga dari program bantuan beras dari Bulog. Adapun saksi-saksi yang diperiksa, diungkapkan Bayu, di antaranya Koordinator Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kota Tangerang, beberapa penerima Bansos e-Warong, Pendamping PKH, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan lainnya. Selain melakukan pemeriksaan saksi-saksi, kata Bayu, pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan di lapangan sebagai sampel di beberapa kecamatan.

Advertisement

”Hari ini juga kami mau ambil dokumen dan sudah ada beberapa indikasi perbuatan formilnya, tinggal nanti kami sinkronkan. Doakan biar cepat aja hasilnya,” ujarnya.

Di satu sisi, lanjut Bayu, pihaknya telah memiliki gambaran total kerugian negara akibat praktik pungli bansos tersebut. Namun, pihaknya belum dapat mengungkapkan nilai kerugian negara tersebut.

“Gambaran (kerugian-red) sudah ada. Tapi belum bisa kami sampaikan, karena nantinya akan mempersulit penyidikan,” jelasnya.  (Eky Fajrin/zai)

Back to top button