HeadlineInovasi

Kelurahan Bendungan Cilegon Bangun Tembok Isoman

CILEGON, LBC – Kelurahan Bendungan Kecamatan Cilegon membangun Tembok Isoman, dimana didalamnya merupakan warga Bendungan yang secara sukarela memberikan berbagai makanan dan sengaja ditempel ditembok untuk diambil bagi warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman).

Lurah Bendungan Maman Suherman mengatakan, Tembok Isoman di wilayahnya bukan tembok ratapan, apalagi tembok derita, melainkan bangunan untuk mengajak warga peduli dan mengasihi kepada sesama, terutama kepada penyintas Covid-19 agar memiliki harapan pulih kembali.

“Ini (pembangunan Tembok Isoman-red) ide kreatif tim Kelurahan Bendungan. Kami sadar betul pandemi masih terus berlanjut. Makanya, kami berinisiatif memberikan sesuatu kepada warga yang sedang menjalani Isoman,” jelas Maman, Sabtu, (31/7/2021).

Menurut Maman, pandemi Covid-19 saat ini merupakan ujian untuk menyadarkan semua kalangan bersatu agar semakin peduli terhadap sesama. Terbukti, sambung Maman, dengan hadirnya banyak relawan mulai dari tingkat RT sampai tingkat nasional berjibaku membantu sesama.

Advertisement

“Jadi, kalau mengandalkan bantuan dari pemerintah mungkin tidak seberapa. Tapi warga di sini (Kelurahan Bendungan-red) punya empati yang sangat besar terhadap kepedulian,” ujarnya.

“Mudah-mudahan dengan adanya tembok isoman ini, selain menambah semangat bagi mereka yang terpapar Covid-19 ingin sembuh, juga sebagai salah satu bantuk gotong -royong warga,” harapnya

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Kelurahan Bendungan Nurul Penengah menambahkan, Tembok Isoman diperuntukkan warga sekitar dan bisa dimanfaatkan. Mereka yang ingin berbagi bisa dicantolkan di tempat yang sudah disediakan di tembok tersebut. Tembok Isoman dibangun stimulan untuk merangsang warga untuk lebih peduli kepada lingkungan sekitar.

“Dari sini nanti akan terlihat gotong royong warga. Kalau ada yang kosong, maka wargalah yang akan langsung mengisi. Kami juga meminta kepada mereka yang memanfaatkan agar berbagi dengan warga lainnya,” pintanya.

Tembok Isoman itu juga, lanjut Nurul, ibarat kumpulan para relawan, dimana mereka yang tidak bisa terjun langsung membantu di tengah pandemi Covid-19 saat ini bisa memberikan bantuan seperti buah-buahan atau sayuran. Kemudian ditaruh di tembok dan warga yang menjalani Isoman silahkan untuk mengambil seperlunya saja.

“Program ini disambut antusias warga kami. Mudah-mudahan terus berjalan sesuai apa yang diharapkan,” harapnya.  

Sampai saat ini, kata Nurul, sudah banyak relawan yang menginspirasi dengan adanya Tembok Isoman tersebut. Mulai dari relawan pemakaman hingga relawan lainnya di Cilegon, seperti relawan Tadabbur Alam (TDA) yang membantu penyemprotan masjid tanpa biaya. Selain itu juga ada kelompok Rumpies Squad membantu warga yang menjalani isoman denegan membagikan masker ke kampung-kampung. Ada juga komunitas Icikiwir yang membantu memberikan makanan.

“Para penyintas Covid-19 tidak sendirian. Kami ada untuk mereka. Sebuah tembok harapan untuk segera pulih dan bangkit kembali. Mudah-mudahan bermanfaat bagi mereka,” harapnya. (Anto-zai)

Back to top button