Kesehatan

Kesadaran Masyarakat Pentingnya Vaksin di Kota Tangerang Meningkat

TANGERANG, LBC– Kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksin di Kota Tangerang dinilai meningkat. Lantaran itu Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus menggencarkan vaksinasi sebagai upaya memutus penyebaran Covid-19. Sampai saat ini di Kota Tangerang angka vaksinasi tercatat sudah mencapai 619.436 untuk dosis pertama dan 297.971 untuk dosis kedua.

Hal itu disampaikan Walikota Tangerang Arief R Wismansyah di ruang kerjanya, Rabu (4/8/2021). Arief mengungkapkan, berdasarkan data yang dimilikinya bahwa vaksinasi bisa menurunkan angka kematian. Yang sudah divaksin, kata Arief, angka kematiannya hanya tiga persen.

“Sisanya meninggal akibat Covid-19 karena belum vaksinasi,” ungkap kepada lingkarbanten.com.

Menurut Arief, kesadaran warga untuk divaksin di wilayahnya saat ini terus meningkat. Hal itu dibuktikan jika setiap tempat pelaksanaan vaksinasi kuota yang tersedia selalu habis. Dengan demikian, kata Arief, target pemerintah pusat dalam mencapai herd immunity (kekebalan kelompok) Agustus ini bisa tercapai.

Advertisement

Di Kota Tangerang, sambung Arief, tercatat rekor terbanyak yang melakukan vaksinasi, per hari mencapai 23.000 orang. Pelaksanaannya di berbagai lokasi fasilitas kesehatan maupun lokasi fasilitas umum.

Menurut Arief, semua itu berkat kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksin sudah semakin meningkat, selain berkat dukungan dan partisipasi semua pihak.

“Sampai saat ini di Kota Tangerang angka vaksinasi sudah mencapai 619.436 untuk dosis pertama dan 297.971 untuk dosis kedua. Mudah-mudahan pandemi ini segera berakhir dan kita semua tetap dalam kondisi sehat,” harapnya.

Disinggung soal efektivitas penerapan PPKM Level 4 yang saat ini terus diperpanjang, Arief menilai, sudah membuahkan hasil yang baik dilihat dari terus menurunnya angka kematian harian menjadi hanya satu digit per hari.

“BOR (bed occupancy ratio) atau keterisian tempat tidur di rumah sakit hari ini juga turun menjadi 55,31 persen. Untuk RIT (Rumah Isolasi Terkonsentrasi) okupansinya tinggal 27,45 persen,” ungkapnya.

Lebih lanjut Arief menyampaikan bahwa arahan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar tidak serta merta dalam mengambil kebijakan, serta mengambil pelajaran dari negara lain yang saat ini justru mengalami lonjakan kasus usai menerapkan pelonggaran. (Eky Fajrin/zai)

Back to top button