Hukrim

KMS 30 Minta Kejati Serius Tangani Kasus Pengadaan Masker di Dinkes

Advertisement

SERANG, LBCKomunitas Soedirman (KMS) 30 di Provinsi Banten melakukan unjuk rasa di Gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, Kamis (12/8/2021). Mereka menuntut Kejati Banten serius menuntaskan kasus korupsi pengadaan masker KN95 oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten.

Diketahui, anggaran yang digelontorkan dari APBD Provinsi Banten untuk pengadaan masker itu sebesar Rp3,3 miliar. Sementara kerugian negara akibat terjadinya penyalahgunaan anggaran tersebut, mencapai Rp1,6 miliar.

Koordinator Umum KMS-30, Jodi mengatakan, kasus pengadaan masker KN95 yang ditangani Kejati Banten sampai saat ini sudah menjerat tiga terdakwa. Di antaranya LS selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), WF sebagai Direktur PT RAM, dan rekannya AS.

Katanya, kasus sudah masuk ke lingkungan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

“Dan dengan jelasnya Kandinkes mengakui terlibat dalam menandatangani perubahan RAB pengadaan Masker KN95 untuk tenaga kesehatan,” ungkapnya.

Advertisement

Jodi pun meminta, penanganan kasus korupsi pengadaan masker jangan lamban yang akan mengundang kecurigaan berbagai pihak.

“Jika dalam hal ini (kasus pengadaan masker-red) Kejati terus landai dalam penuntasan kasus korupsi di Banten, maka patut kita pertanyakan perihal netralitas kepada rakyat sebagai lembaga penegakan hukum di Provinsi Banten,” katanya.

Untuk itu, Jodi mempertanyakan keseriusan Kejati Banten dalam menangani kasus tersebut. Pasalnya, kasus sudah menyeret nama Kadinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti.

“Apakah Kejati punya nyali untuk mengungkap tuntas kasus korupsi pengadaan masker di Banten ini?,” tukasnya.

Apalagi, lanjut Jodi, Kepala Kejati Banten saat ini sudah berganti yang harus menjadi semangat baru untuk menuntaskan kasus korupsi di Banten. Dengan motivasi Kejati menegakkan hukum seadil-adilnya, tuntas, tegas, dan jelas, sambung Jodi, maka seharusnya Kejati mampu menuntaskan kasus korupsi pengadaan masker sampai ke akar-akarnya.

“Artinya, jangan sampai ada tangan-tangan dewa yang bermain di dalam kasus ini untuk menutup-nutupi pengungkapan tersangka baru agar terlepas dari jeratan pidana kasus korupsi pengadaan masker KN95,” tandasnya. (Sofi Mahalali/zai)

Advertisement
Back to top button