HeadlinePeristiwa

Lagi, Tabrakan Beruntun di Tol Tangerang-Merak Telan Nyawa

SERANG, LB– Untuk kali kedua dalam sepekan terakhir Tol Tangerang-Merak kembali memakan korban berupa kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tabrakan beruntun. Kali ini melibatkan truk tangki, bus, dan Honda Brio di KM 74.900 A menuju arah Merak, Minggu (17/10/2021) malam yang menyebabkan satu penumpang tewas di tempat dan 28 penumpang lainnya luka-luka.

Sehari sebelumnya, tabrakan beruntun juga terjadi di KM 69 Tol tangerang-Merak, tepatnya di Bogeg, Serang pada Sabtu (17/10/2021) pagi yang melibatkan empat bus pariwisata, hingga mengakibatkan satu sopir bus meninggal dunia dan 119 penumpang luka-luka.

Di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sudah tampak petugas melakukan evakuasi korban dan membersihkan bahan kimia yang tumpah dari truk tangki yang terguling setelah tabrakan beruntun. Kondisi itu mengakibatkan jalan di ruas jalan tersebut macet parah.

Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga yang dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon seluler membenarkan, terjadi laka lintas tabrakan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan pada Minggu (17/10/2021) sekira pukul 21.50 WIB di KM 74.900 A Tol Tangerang-Merak dari arah Merak, Cilegon.

Advertisement

Disebutkan Shinto, ketiga kendaraan yang terlibat tabrakan beruntun itu, yakni truk tangki yang mengangkut bahan kimia bernomor polisi B-9879-UFU, Bus Putra Pelangi bernomor polisi BL-7519-AA, dan kendaraan jenis Honda Brio bernomor polisi B-2995-SOM.

“Salah satu faktor awal penyebab kecelakaan, kendaraan truk tangki mengalami pecah ban kanan depan,” ungkapnnya.

Kronologis kejadian berdasarkan informasi dan laporan yang diterima Shinton, awalnya truk tangki merek Hino yang dikemudikan Rusdi Tamrin berjalan dari arah Merak menuju arah Tangerang. Kemudian, truk didiga mengalami pecah ban depan kanan. Setelah itu, truk hilang kendali berbelok ke kanan menabrak pembatas jalan, lalu masuk menyeberang jalur tol (arah Merak) dan terbalik.

Tak lama setelah truk terbalik, datang kendaraan Bus Putra Pelangi yang dikemudikan Amran berjalan dari arah Merak di lajur kanan dengan kecepatan tinggi dikagetkan dengan adanya truk terguling di depannya. Pengemudi bus berusaha menghindar ke kiri tapi sempat menyerempet truk yang terbalik sehingga bus masuk ke row atau parit tol. Bersamaan dengan itu, sambung Shinto, datang lagi mobil Honda Brio yang dikemudikan Tatang dari arah yang sama dengan kendaraan bus menabrak bagian bawah belakang truk hingga ringsek.

“Akibat kecelakaan lalu lintas itu, satu orang penumpang Bus Putra Pelangi meninggal dunia di TKP dan 28 orang lainnya luka-luka. Korban sudah dievakuasi di RS Sari Asih dan RSUD dr Dradjat Prawiranegara Serang,” ujarnya.

Kata Shinto, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dansat Brimob untuk membantu penanggulangan bahan kimia yang tumpah dari kendaraan truk tangki. Pihaknya juga sudah menerjunkan petugas Direktorat Lalu lintas (Ditlantas) untuk melakukan olah TKP awal dan evakuasi kendaraan, serta menginput data laka dari TKP di Integrated Road Safety Management System (IRSMS) atau Sistem Manajemen Keselamatan Jalan terintegrasi yang dirancang untuk menyediakan data kecelakaan komprehensif dan dapat diverifikasi.

“Saat ini penyidikan dan penyelidikan kasus laka itu ditangani penyidik Ditlantas Polda Banten,” ungkapnya.

Shinto pun menghimbau, para pengendara disiplin dan mematuhi rambu peringatan saat berkendara, terutama di jalan tol.

“Semoga pengendara menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Jaga keselamatan karena keluarga menanti di rumah,” pesannya. (Hendra Hermawan/zai)

Back to top button