Peristiwa

Meliput RDP, 4 Wartawan Diusir Humas DPRD Kabupaten Tangerang

TANGERANG, LB – Empat wartawan diusir Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang dari ruangan Rapat Dengar pendapat (RDP) di gedung DPRD Kabupaten Tangerang, Kamis (30/9/2021).

“Kan saya bilang (merujuk ke wartawan-red) mau dikasih notulensi (menyebut rilis hasil rapat-red),” ujar Juru tulis Humas DPRD Kabupaten Tangerang Subarna sambil meminta wartawan untuk tidak meliput RDP.

Keempat wartawan itu berasal dari berbagai media, yakni Deri (Redaksi24.com), Alvian (Satelitnews), Iqbal (Lingkarbanten.com-Mediabanten.com) dan Putra (Jurnaldaily.co) yang sedang meliput RDP pembahasan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) Komplek Mutiara Garuda, Desa Kampung Melayu Timur, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang yang sudah tiga kali digelar dan belum diselesaikan.

Sekertariat DPRD Kabupaten Tangerang Asep Suherman menegaskan, RDP pada dasarnya tertutup, teapi tergantung keputusan pimpinan rapat, tidak ada aturan hukum yang bersifat baku soal boleh atau tidaknya diliput. Katanya, RDP atau public hearing (dialog publik) hanya mengundang pihak- pihak tertentu saja karena pembahasannya masalah yang bersifat urgent (darurat).

Advertisement

“Harus dilihat dari pokok-pokok masalahnya dulu. Masalah terbuka atau tertutup, itu tergantung keputusan pimpinan,” dalihnya.

Menanggapi pengusiran wartawan. Pimpinan RDP dari Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang Jayusman mengatakan hal berbeda. Pihaknya justru menginginkan RDP diliput media agar mengetahui lebih jernih inti permasalahan yang dibahas dan diolah menjadi informasi publik yang akurat bagi masyarakat.

“Sebagai anggota DPRD, saya tidak ada masalah bagi wartawan yang hadir di ruang RDP. Bila Perlu, semua wartawan yang di luar silahkan masuk (menyimak RDP-red),” tegas Pimpinan RDP itu. (Iqbal Kurnia Musyab/zai)

Back to top button